Uncategorized

INSYA ALLAH

“Aku tak bisa menatap mata mu Raa”
“Kenapa”, tanyaku
Kau tetap diam, “banyak pertanyaan yang ingin aku ajukan tapi semuanya tidak bisa keluar”
Aku melihat bening mataku, seperti biasa saat aku mulai merajuk dan kau tak tega melihatku
Aku berteriak, “Jangan menangis”
Dan kau kembali tersenyum sambil menitikkan air mata
“Dia akan kuat seperti aku saat Tuhan telah membuatkan rumah ternyaman untuknya”
“tapi dia akan rapuh sepertiku kan?”
Aku menggeleng dan menenggelamkan mu dalam pelukku
“Tidak…karena rapuh mu yang membuatku kuat dan masih berdiri di sini”
Karena kita adalah dua kerapuhan salam satu mimpi
terbersit tanya, “Apakah mimpi kita masih sama” ketika kamu sudah mulai berbeda

malam itu kau akan menggenggam tanganku, mengelusnya perlahan
“Insya Allah……kita, aku dan kamu pasti bisa sayang……”
Ada keyakinan disana dengan perasaan rindu yang membuncah aku mengangguk
Pelukkmu menenangkanmu, walaupun hanya mata kita yang berpadu
Dan kau kembali menundukkan matamu tak mau menatapku
Tuhan terlalu sering mengajariku untuk berdiri sendiri……….
Andainya kau rasa tak berupaya
Hidup sendirian tiada pembela
Segalanya suram
Bagai malam yang kelam
Tiada bantuan tiada tujuan
Janganlah berputus asa
Kerana Allah bersamamu
Insya Allah Insya Allah Insya Allah
Ada jalannya
Insya Allah Insya Allah Insya Allah
Ada jalannya
(Insya Allah -Maher Zein)
Dan malam itu gema Insya Allah memenuhi ruang rinduku
My Dear:
Insya Allah…aku bisa dalam kerapuhan kita belajar untuk bertahan
Batam: 18 Juli 2011
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *