Uncategorized

INI ZIZI

Batam, 28 Januari 2013
Namanya Zizi. Kelas 4 SD

Dia pernah meninggalkan tulisan di laptop saya. Kurang lebih dia mengatakan seperti ini.

“Tante Iraa terimakasih menemani Zizi seharian ini. Mau mendengarkan
keinginan Zizi yang mau jadi penulis kayak tante iraa. Tapi Mama nggak
ngijinkan Zizi. Zizi sayang sama tante Iraa.”

Walaupun saya bertanya-tanya sejak kapan pekerjaan saya menjadi
penulis? Dan kapan Zizi membaca catatan-catatan saya? Apa dia otak-atik
folder di laptop saya?

3 bulan lebih tidak bertemu. Malam ini kami menghabiskan bakmi godog jawa.

” Tante Iraa tanda tangan di pojokkan sini”

Dia menyorongkan gadget terbaru dihadapan saya. Dengan tololnya saya berkata, “Ini gamewatch ya Zi..”

“Ya ampun tante… Ini nitendo terbaru oleh-oleh papa dari amerika”

Saya garuk-garuk kepala dan menyetujui permintaanya. Tanda tangan secara digital.

Lalu dia terbahak-bahak sambil menuliskan sesuatu di sebelah tanda tangan saya.

Dan tralala….. Saya terbengong-bengong membaca hasil tulisan dia di atas tanda tangannya.


“Tante … Tukar ya … Nasi Magelangan zizi pedes”

Dan dia dengan santainya menukar piringnya dengan bakmi godog milik saya.

Papa Mama nya Zizi dan Endik terbahak-bahak.

“Tante sudah tanda tangan dan harus ditepati perjanjian digital ini”

Dia mengunyah bakmi milik saya dengan santai.

Akhirnya saya berpikir dan mengakui bahwa saya bisa bodoh di depan anak kelas 4 SD.

Zizi ….zizi …. !

“Tante … Kalo jalan-jalan ajak Zizi lah..”

Saya mengangguk dan mamanya melotot ke saya sambil berbisik, “Awas koe
anak ku di ajari macem-macem. Iso senam jantung aku ngadepi anak nek
model awakmu”

“Aku wes dadi idola anak mu mbak… Liatlah …. Persis banget sama aku”

“Laopo Zizi duwe tante model koyok awak mu Raa. Aneh …. Aneh….”

“Unik tepatnya mbak yu”

Saya kembali tertawa terbahak-bahak dan melakukan toss dengan Zizi.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *