Uncategorized

INI NOVEMBER … INI TAHUN BARU 1434 H

Ini mungkin tulisan terpanjang saya semenjak memutuskan untuk meninggalkan Batam hampir 2 bulan purnama dan kembali ke tanah kelahiran saya Banyuwangi…. kelahiran? bukan kah KTP mu mengatakan kau lahir di Bali? Sudahlah tidak penting membahas itu ……

Sebuah keputusan gila memang …. memang meninggalkan semua mimpi …. cita-cita dan menutup cerita-cerita tentang Hang Tuah. Berhari-hari saya meladeni sebuah pertanyaan sama… mengapa kamu meninggalkan Batam.. mengapa kamu meninggalkan hidupmu yang sangat nyaman….. bagaimana dengan keluargamu…. ini lah .. itulah ….. Dan akhirnya saya memilih diam dan hanya tertawa……

Salah? mungkin iya bagi mereka yang berpikir normal… tapi bukankah semua tahu bahwa isi otak saya memang tidak normal? Banyak ketakutan-ketakutan yang muncul saat saya memilih menyendiri dan hidup di rumah kosong. Bagaimana jika galon saya habis? siapa yang bantu saya mengangkatnya? lalu bagaimana jika ban motor saya bocor? bagaimana jika saya pulang tengah malam lalu hujan? bagaimana dengan ini … itu….. dan ternyata saya berhasil melawan ketakutan-ketakutan itu….

“Nantinya kau juga akan bosan juga dengan Banyuwangi Raa….. yang hanya ini ini saja…”

Iya saya tahu… suatu saat saya akan bosan. Itu manusiawi….. tapi sederhananya adalah saya di sini lebih dekat dengan orang-orang yang mengenal saya sejak saya bayi. Kakak saya…. keluarga-keluarga saya … walaupun mereka selalu geleng-geleng kepala karena tidak pernah menemukan saya di dalam rumah setiap berkunjung ke rumah sukowidi. Sahabat-sahabat yang mengenal saya sejak saya masih seorang gadis gagap yang mempunyai mimpi berjuta-juta. Kurus kering dengan daki hitam di ujung tumit.  Ibu saya… ayah saya… Aulia….. Nenek saya ….. yang damai disurga. Mereka yang bisa saya kunjungi setiap saat setiap waktu.

Iya…. ini November dan setiap masuk Bulan November saya tidak pernah ada di satu tanah yang sama. dan ini tahun ke enam (mungkin) saya melewati November di tanah yang berbeda. Dan akhirnya …. di November tahun ke enam (mungkin) saya melewatinya di Tanah Blambangan……

Saya ingin menulis November pertama di Banyuwangi dengan mempertanyakan, “Tuhan November tahun depan Engkau taruh dimana lagi saya?”

Tapi ternyata saya tidak mempunyai kekuatan untuk menulisnya karena setiap berhadapan dengan huruf-huruf, kenangan saya selalu berloncatan ……. dna itu sangat menyakitkan.

Lalu kenapa malam ini kamu berani Raa? entah lah saya sendiri tidak tahu…. mungkin karena ini November dan ini adalah Malam Tahun Baru Hijriah ….. Malam suro… Saat semuanya melewatinya dengan orang-orang tersayang. Saya (kembali) melewatinya seorang diri. Di dalam ruang produksi. Hanya ada AC dan segelas kopi bekas manager saya……. Saya tidak menangis. saya tidak sedih walaupun ada sisi lain yang kosong…..

“aku lagi meeting”

Saya menghela nafas panjang. Padahal sederhana saya hanya ingin mengucapkan, “Selamat Tahun Baru. Hijriah….”

Sudahlah … doa saya sederhana …… Saya hanya ingin bermanfaat bagi umat dan berkah………

Amien Ya Rabb……….

Teriakan di luar ….., “Woi…. ngopi yukkk… jangan nglamun…. ini malam satu suro. Ntar kesambet….”

Saya selesaikan catatan saya ini dan rencananya saya akan membereskan barang-barang saya dalam ransel dan segera keluar dari ruangan ini walau hanya sebentar untuk menghabiskan secangkir dua cangkir kopi di pelataran …….

“Di mana kamu habiskan malam ini Raa…..”

Entahlah …. berdoa bagi saya adalah urusan saya dengan Tuhan……..

INI NOVEMBER …… INI TAHUN BARU 1434 H

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *