Catatan

Ini Budi. Ini Ani teman Budi

Kamu pernah nggak sih terjebak dalam satu ruangan dengan orang yang namanya sama?

Kalau saya pernah walaupun tidak bisa dikatakan sering. Terjebak dengan B.U.D.I.

Aku serius. 

Ketiga laki laki dalam poto ini bernama sama yaitu Budi. Saat ambil foto ini, mereka asyik berdiskusi (walaupun tidak mau dikatakan berdebat) tentang potret dan potrait. Profesi mereka bertiga beda tapi hobinya sama. Moto. Dan mereka bertiga sepakat tidak pernah hunting dengan model yang bernama Iraa.

Terjebak dengan Budi, Budi dan Budi membuat saya kembali ke masa saat belajar membaca jaman masih sekolah. “Ini Budi”. “Ini Bapak Budi”. “Ini Ibu Budi”. “Ini Ani teman Budi”.

Berbicara tentang kalimat “Ini Ibu Budi” yang sangat populer hingga saat ini tidak bisa dipisahkan dengan sosok perempuan di baliknya. Namanya Siti Rahmani Rauf yang lahir pada 5 Juni 1919. Beliau adalah guru dan diangkat menjadi PNS pada tahun 1937. Perempuan asal Sumatra Barat ini, pada jaman itu gaji sebesar 25 gulden. Tahun 1976, ia pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Tanah Abang 5.

Pada tahun 1980 an, Ibu Ani begitu nama panggilannya bersama rekannya menciptakan metode SAS atau Struktur Analitik Sintetik.

SAS salah satu jenis metode yang digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP) dengan metode ini mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat utuh.

Sederhananya seperti ini.

Proses penguraian/ penganalisisan dalam pembelajaran MMP dengan metode SAS, meliputi: 1. kalimat menjadi kata-kata; 2. kata menjadi suku-kata; dan 3. SAS menjadi huruf-huruf. Pada tahap selanjutnya, anak-anak didorong untuk melakukan kerja sintesis (menyimpulkan). Satuan-satuan bahasa yang telah terurai tadi dikembalikan lagi kepada satuannya semula, yakni dari huruf-huruf menjadi SAS, suku kata menjadi kata, dan kata-kata menjadi kalimat.

Bingung? ya sengajalah. Biar aku ndak rugi dan keliatan keren karena pernah kuliah di kampus Sastra.

Akhirnya keluarlah B.U.D.I yang dibaca Bu-di. Kemudian menjadi kata “Budi” dan menjadi kalimat “Ini Bapak Budi” dan selanjutnya sehingga melegenda sampai sekarang.

1937 saat Ibu Ani diangkat menjadi PNS adalah masa ketika Hamka menulis cerita Hayati dan Zainudin. Dan aku mengkhayal indah jangan jangan Budi adalah kekasih atau sahabat Ibu Ani. Bukankah kata Budi selalu di barengkan dengan kata Ani. Seperti Hayati dan Zainudin. Jika punya kesempatan bertemu Ibu Ani, aku akan bertanya siapa sosok Budi. Karena B.U.D.I bisa aja diganti J.O.K.O.

Hais. Abaikan satu paragraph di atas kalimat ini. Analisa konyol perempuan yang kurang tidur dengan kerokan di punggung dan minum obat penurun panas sebelum tidur.

Intinya Budi adalah kata pertama yang berhasil aku eja dan aku baca pada usia 3 tahun.

Terimakasih Ibu Ani yang telah menciptakan “Budi”.

Kopinya ada empat. 3 gelas untuk 3 budi yang lagi debat. Dan satu gelas kopi lainnya untuk Iraa temannya Budi. Iraa bukan Ani.

Budi, Budi dan Budi.Terimakasih menjadi Crimanal Partners Iraa.
.
.
Tulisan ini dibuat pada tahun 2016. 4 bulan kemudian, tepatnya 10 Mei 2016 Ibu Ani meninggal dunia di usia 97 tahun.

Selamat pagi. Kamu sudah buat karya apa hari ini?

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *