Catatan

Di Banyuwangi, Hasnan temukan nama benur

Sekitar tahun 1970-an, lelaki di tengah kami yang bernama Hasnan Singodimayan bekerja sebagai mantri perikanan yang bertugas untuk mendata potensi laut di sepanjang pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Bali.

Dalam perjalanan, dia menemukan banyak larva kecil dipinggir pantai Selat Bali yang. Larva dari udang windu yang jumlahnya ribuan yang kemudian beliau beri nama Benur, akronim dari benih urang. Bahasa Using, Urang berarti udang. Nama Benur di pilih karena belum ada sebutan untuk nama larva atau anak udang windu.

Nama Benur kemudian semakin dikenal hingga Hasnan muda dipanggil oleh kementrian kelautan kala itu di Lombok dan dia mendapatkan pelatihan dari United Nations Development Programme selama beberapa minggu.

Lelaki kelahiran 1931 juga diminta menghadap Muhammad Nur yang saat itu menjabat Gubernur Jawa Timur untuk mempertanggungjawabkan nama Benur yang digunakannya untuk memberi nama anak udang windu karena nama Benur mirip dengan “gubernur Muhammad nur”.

“Padahal nama Benur tidak ada hubungannya sama sekali dengan nama gubernur Jawa timur saat itu.Terus saya disuruh pulang. Dan diberi sangu uang buat naik sepur,” kata Hasnan sambil tertawa. Beliau saat ini sudah berusia 86 tahun. Masih tetap menulis dan buku yang sedang ia garap adalah esai dari puisi yang berjudul Lenin di Hadapan Tuhan – Puisi Allama Iqbal Dalam Asrar-I-Khudi. Saya sempat tanya mengapa dia tetap menulis walaupun usianya sudah sepuh. Dia tertawa dan mengatakan dia tetap menulis karena dia membaca. “Ayat pertama dalam Al-Qur’an adalah Iqro yang artinya bacalah. Saya menulis karena saya membaca,” katanya.

Saya meringis mendengarnya.

Dua orang selain saya di foto ini sudah beberapa kali menghasilkan buku. Anang Hasnan dan Neng Holip. Perempuan yang saya kenal sejak masih duduk di bangku SMA hingga sekarang manji guru SMP aktif sekali menulis. Beberapa bukunya sudah diterbitkan dalam bahasa Using Lintas generasi. Banyak cerpen, banyak tulisan dan penghargaan untuk mereka.  Apa kabar saya yang cuma bisa curhat di media sosial. Perasaan macam ini yang kadang buat saya agak gimana gitu. Perasaan nelangsa saat ada yang tanya, berapa buku yang sudah kamu tulis Raa. Jika ada yang tanya gitu rasanya kayak mau tinggal di Istana Neptunus saja.

Panjang umur Nang Hasnan Singodimayan Sehat juga untuk Neng Holip Banyuwangi masih butuh tulisan tulisan tentang dirinya. Tulisan yang ditulis oleh mereka yang lahir dan besar serta mencintai tanah Blambangan ini.

Selamat merayakan Desember untuk kita. Bulan yang konon menjadi hari lahir kota yang kita tinggali hari ini. Banyuwangi. Tempat nama Benur di temukan.

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *