Life Style

Gendoh, desanya para pendonor darah di Banyuwangi

Sumarno usianya 63 tahun. Dulu pada tahun 1986 dia dan rekan rekannya pemuda pada masa itu mendirikan Koral, komunitas radio amartir yang didirikan untuk ajang silaturahmi antar warga di Desa Gendoh.

Pada tahun yang sama, salah seorang warga Gendoh membutuhkan darah dan stok darah di PMI sedang kosong. Tidak tanggung tanggung, mereka langsung mengadakan donor darah di desa mereka untuk pertama kali pada 21 September 1986 dan berhasil mengumpulkan 44 kantong darah.

Rutinitas donor darah tersebut terus dilaksanakan minmal 3 bulan sekali di desa tersebut hingga tahun ini dan sudah melintasi 3 generasi dengan jumlah pendonor darah mencapai 600 an orang.

Sejak tahun 1986 total kegiatan donor darah yang sudah dilakukan mencapai 114 kali dan berhasil mengumpulkan 9.287 kantong dengan rincian pendonor darah AB sebanyak 58 orang, darah A 151 orang, golongan darah B sebanyak 205 orang dan darah O sebanyak 209 orang.

Lintas generasi, lintas agama, lintas usia, lintas suku.

Pak Sumarno sudah menyumbangkan darah sebanyak 110 kali dan mendapatkan penghargaan dari presiden termasuk 2 rekannya dari desa yang sama. Beliau yang saat ini sudah berhenti menjadi pendonor darah karena alasan medis sejak akhir 2016 lalu namun masih aktif memberikan motivasi untuk warga di desa Gendoh dan sekiranya untuk menjadi pendonor darah.

Ia mengatakan kelompok donor darah Koral sudah lintas 3 generasi mulai dari kakek, anak dan cucu. Selain itu komunitas tersebut bukan hanya sekedar doroh darah tapi juga sebagai ajang silaturahmi antar warga dan juga kegiatan kemanusian.

“setiap ada kegiatan donor darah kami mengundang satu persatu anggota. Undangannya pake undangan resmi dicetak kecuali jaraknya jauh baru kita kabari via sms. Walaupun kita sudah berkomunikasi di grup Whatsapp, tradisi mengirim surat undangan ini tetap kita lakukan hingga sekarang,” ujar dia.

Mereka juga iuran untuk menyiapkan konsumsi bagi pendonor darah dan konsumsi tersebut dimasak sendiri oleh warga secara gotong royong.

Dan apa kabar kamu? Yuk ambil peran donorkan darahmu untuk yang membutuhkan. Maturnuwun pak Marno atas kisahnya.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *