Uncategorized

GATE A 5 HANG NADIM – BATAM

Kembali lagi…… saya menghempaskan badan di kurai warna merah di ruang tunggu untuk menuju Surabaya. Bawaan saya bertambah dengan koper kecil yang saya masukkan ke bagasi. Ribet memang. Tapi bagaimana lagi? Tas saya tidak cukup membawa baju-baju kotor selama seminggu lebih dan beberapa sepatu lama saya.
Apakah ini tandanya saya pulang?
Saya ingat saat kamu ikut menata baju-baju ku. Seperti biasa kamu lebih detail untuk urusan packing barang.
“Lalu bagaimana dengan barang-barang di rumah ini”
“Nanti aku bereskan……”
“Kirim saja ke jawa…….. ”
“Nanti aku atur. Tanggal 4 atau 5 aku sudah pindah ke Jakarta. Hati-hati kamu di Banyuwangi. Jangan macem-macem”
“Yaelah Ndik…. ini bukan pertama kali aku perjalanan sendiri dan menetap di rumah sendirian”
“Pake sarung tangan mu. Masker buat nutupi mulut kalo naik motor. Pake baju yang bener jangan asal. Jangan ngebut. Pake sepatu. Jangan suka bergadang”
Hei….. saya bukan anak kecil lagi.
Saya hanya terbahak-bahak.
“Ndik…. kamu suka aku menemani kami”
“Sangat suka… cuma kamu ajah yang nggak suka menemani ak”
“Siapa bilang….? Aku suka kok?”
“Tinggalkan kerjaan kamu ikut pindah ke Jakarta. Sama-sama Jawa kan?”
“Banyuwangi titik. Tidak ada daya tawar lagi!
Saya sibuk membereskan buku-buku dan memasukkan dalam ransel.
“Ndik….. kamu pernah merasa kesepian nggk sih? Kehilangan?”
“Aku juga manusia biasa cintrongggggggg”
“Ohhh kirain robot yang sudah di program untuk diam dan senyum doang”
“Koplak……”
Dan kami berpeluk di depan Bandara Hang Nadim. Kamu terlihat lebih tua dibandingkan pertemuan kita 15 tahun yang lalu.
“Aku sangat mencintai kamu Raa”
Saya menepuk pipinya perlahan, “Ndik….. aku hanya butuh waktu. Aku janji akan menyelesaikan permainan ini untuk benar-benar tinggal serumah dengan mu di Jakarta nanti. Aku hanya ingin memberikan sedikit pengabdian pada Banyuwangi. Aku hanya butuh jeda Ndik. Dan Banyuwangi tempatnya
“Kamu makhluk aneh yang pernah aku kenal Raa”
“Dan kamu makhluk tersabar yang aku kenal”
Saya memeluk mu erat sebagai penebusan rasa bersalah meninggalkan mu.
Ahhh catatan ini harus saya selesaikan. 15. 47. Sebentar lagi pesawat terbang membawa saya kembali ke tanah kelahiran saya Banyuwangi.
Ndik…… saya tunggu di Jawa… entah Banyuwangi atau Jakarta. Karna intinya adalah Jawa
Saya berjalan ke depan. Ini sebuah keputusan.

2 thoughts on “GATE A 5 HANG NADIM – BATAM

  1. Я извиняюсь, но, по-моему, Вы не правы. Пишите мне в PM, поговорим. [url=http://profvesti.ru/o-stroitelstve-bani/104-stroitelstvo-karkasnykh-ban.html]ремонт квартиры стоит[/url]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *