Uncategorized

GANDRUNG

lewat ngrai-ngraiku

ku daki sensasi lewat mimpi yang tak pernah usai

sulur anggur bukan lagi lagu buatku

kemeriahan pesta membawa aliran sungaiku

merambat sedikit demi sedkit persis jubah malam

menyimpulkan remang lewat kerlingan malam

Rantak-rantak bang-bang wetan

Tangar-tangaro mbok

Kadung selendang wis dadi gaman ring tangan

semenajung ku tak pernah usai

ceritakan kisah tanahku,

hutan-hutany yang meranggas

samudra-samudraku yang tak pernah kering

gua-guaku yang terus melahirkan magma mimpi, terlalu

lelah meronakan malam di pipi

ku gerus dalam pelabuhan cekung tengah lebirin kecemasan

surya menghilang di balik layar hitam

yang tak pernah bisa menyembunyian ceritaku

ada bulan di jemariku

ada bintang di mataku

ada lampu di pinggulku

ada hutan di dadaku

ada mimpi yang hilang di malamku

tak kan pernah usai perjalananku menyisir malam

surya menhilang di balik karang

nafasku mengerang, mungkin sedikit lagi hilang

tak mampu kutinggalkan semenanjung ini

saat kubercerita panjang

lewat gending-gending yang lamat-lamat di tanah kelahiran

(catatan kecil tentang gandrung’ers”)

Tagged

8 thoughts on “GANDRUNG

  1. ada bulan di jemariku
    ada bintang di mataku
    ada lampu di pinggulku
    Seperti properti atau kelengkapan seni tari yang akan dikenakan atau digunakan oleh penari. Itu karena gambarnya memajang orang yang sedang menari. Bagus…bagus…

  2. @ rumah ide : salam kenal balik…..aku rindu pada tanah kelahiranku Banyuwangi
    @ pelangi anak : ya iyalah mbak….kan Gandrung itu nama tarian khas Banyuwangi. Nah gambar yang aku pasang itulah tarian gandrung…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *