Uncategorized

EPISODE JATUH CINTA

“Sayangku….kenapa kau tau pernah menulis tentang cinta”
“Sering kok….baca saja tulisan-tulisanku. Semuanya kan bertemakan cinta”
“Iya sih, tapi kok temanya patah hati, cinta tak berbalas, kesepian, penantian. Sediiih terus”
“Itu hak ku. Aku merasa nyaman dengan tulisan-tulisan ber-genre seperti itu”
“Iya sih sayang….itu kan hak mu. Tapi sesekali kamu menulis tentang cinta yang bahagia”
“Aku nggak bisa”
“Kamu bukan nggak bisa tapi belum mencoba”
“Aku sudah mencoba tapi aku merasa gagal. Aku sendiri tak merasa nyaman dengan cinta bahagia. Apalagi yang membaca”
“Tapi bukankah kau sedang jatuh cinta?”
“Hahaahahahaha……”
“Kau selalu tertawa jika aku berkata-kata. Salah ya?”
“Nggak! Sama sekali nggak salah. Aku mentertawakan diri sendiri saja kok. Ups…dari mana kamu tauh aku jatuh cinta”
“Aku bisa menebaknya. Aku melihat dari sorotan matamu”
“Ah…ngaco! Kita kan tak pernah bertemu”
“Tapi sayangku. Kita belajar jujur. Aku memiliki rasa dan aku yakin kau juga memiliki rasa itu. Salah?”

(Aku terdiam sejenak. Ada desir-desir aneh dalam hatiku. Apakah aku jatuh cinta? Apakah saatnya ku menulis sesuatu yang bertema cinta bahagia. Sebuah episode jatuh cinta)
“Sayangku…kok diam. Maaf ya kalau aku salah”
“Nggak salah kok. Kamu punya rasa aneh nggak dalam hatimu?”
“Ya….rasa aneh jika aku berbincang dengan kamu”
“Dan aku bisa menebak jika itu cinta. Dan aku juga merasakan hal yang sama. Ya….aku jatuh cinta padamu”
“Hah…….lugas sekali?”
“Lugas ? bukankah cinta adalah sebuah kelugasan. Menurutku cukup kalau aku mengatakan aku jatuh cinta padamu. Tidak perlu ada rajukan atau sesuatu yang gombal”
(Kamu berdua tediam dalam satu ruang. Namun rasa-rasa itu selalu ada. Rasa yang kelak ku tau bahwa itu adalah cinta)
“Sayang….kamu lagi sibuk ya?”
“Ya……aku sangat sibuk. Sibuk memikirkan kamu”
“ah…gombal”
“jujur….aku nggak bisa ng-gombal. Itu kenyataan. Aku selalu sibuk dengan pikiran-pikiran tentang kamu”
“Aku juga berpikir tentang kamu. Gelisah”
“Sama aku juga. Kau sudah terima puisiku?”
“Sudah….terimakasih ya cintaku. Puisinya aku banget. Keren”
“Ah…biasa aja. Aku hanya bisa jujur lewat tulisan”
“Berarti puisi itu isi hatimu?”
“Ya”
“Kau jatuh cinta padaku?
“Ya…..seperti kau jatuh cinta padaku juga. Kita berdua sama-sama jatuh cinta. Bukan sebuah kesalahan kan?”
“Lalu kapan kau menulis tentang cinta yang bahagia. Aku ingin Raa menulis tentang cinta yang bahagia. Dan itu cintamu. Hatimu.
“Aku mencobanya…….tapi susah”
“Demi aku”
“Ya…demi kamu! Demi kita, aku dan kamu yang jatuh cinta”
“Aku mencintaimu”
“Aku juga mencintaimu”
(Bismillah. Aku memejamkan mata dan membiarkan jemariku menyentuh keyboard laptopku. Merangkai semuanya lewat aliran-aliran perasaan. Lewat pesan-pesan yang ia sampaikan. Adrenalinku memuncak. Tanganku bergerak tanpa control. Peluhku mulai membasah. Dan kubiarkan buliran keringat membajiri leherku yang membasah. Aku menikmatinya. Sebuah percintaan dengan kata-kata. Control A. Delete)
“Cintaku. Apakabarmu hari ini”
“Baik dan sangat baik. Apakah kau berpikir tentangku hari ini?”
“Ya”
“Hhhhhmmmm………..”
“Hei….apakah kau sudah menulis sesuatu yang bertemakan cinta bahagia”
“Sudah”
“Boleh aku membacanya”
“Sudah aku hapus”
“Hah…..! maksudmu?”
“Aku sudah menulisnya. Bagus. Dan bahkan sangat bagus”
“Lalu kenapa kau menghapusnya sebelum aku membacanya”
“Sudahlah…….kamu tak perlu menyuruhku untuk menulisnya lagi”
“Kenapa”
“Karena catatan tentang cinta bahagia itu tak jauh dariku”
“Maksudmu”
“Ya…catatan cinta bahagia itu adalah kamu. Saat kamu menjadi episode Jatuh Cinta dalam kehidupanku”
“Hah….?”
“Ya….kamu adalah episode jatuh cinta yang tak akan pernah habis aku tuliskan dalam catatan duniaku”
“Aku mencintaimu Raa”
“Aku juga mencintaimu”
(dan kami saling berjanji saling mencintai. saling memiliki. Saling membahagiakan. Sebuah episode jatuh cinta)
“Tapi jangan pergi lagi dari hidupku”
“Ada syaratnya Raa”
“Jangan pernah menangis dan jangan pernah lagi menuliskan catatan kesedihanamu. Janji?”
(Aku terdiam menenggelamkan pandanganku pada keyboard lapotopku. Tatapanku memudar. Semoga. Episode Jatuh cinta ini membuatku bahagia (abadi?). 
Kau yang mencintaiku dengan keikhlasanmu.
Tagged

14 thoughts on “EPISODE JATUH CINTA

  1. Wooow… inikah ungkapan rasa itu? yg telah lama terpendam.. yg kini terpancar dari corak mata mu? Bgitu indah bukan.. melekat sudah cerita itu dan takkan habis seblum drimu habis… jiahahha… nicepoem 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *