Catatan, Life Style

DUTA SELFIE PLANET HI HO

Catatan
ini dibuat oleh seorang perempuan yang tiba-tiba saja ditunjuk sebagai
“Duta Selfie” di Planet Hi Ho. Sebut saja namanya Iraa.

Baiklah jamaah Dunia Iraa yang saya cintai.

Fenomena selfie di media sosial tiba-tiba booming selaris powerbank di
onlineshop. Terutama selfie di tempat-tempat “keren”. Hingga suatu saat
saya menyadari bahwa fenomena selfie membuat kita kehilangan kepekaan
dengan keadaan disekitar kita, terutama alam ciptaan Tuhan Yang Maha
Kuasa.

Contohnya adalah ketika sekumpulan manusia datang ke
Pantai dan apa yang dilakukan? sibuk foto sana sini. Mulai gaya loncat
sampai memonyongkan bibir. Berkali-kali “take photo”.

Lihat hasilnya
lalu ketawa sendiri sambil sibuk berkata “ini bagus… ini jelek jangan
di upload ya”.

Kalau nggak ya sibuk cari sinyal login ke media sosial dan holaaaaa…..upload foto.

Baiklah. Jujur sejujur jujurnya. Sayalah tokoh utama kisah di atas.

Baiklah. Sepertinya saya harus tobat selfie. Ehh maksudnya bukan tidak
mau selfie dan upload foto-foto selfie. Tapi mengurangi kadar kenarsisan
saya.

Ketika sibuk selfie maka saya melupakan bentuk awan.
Melupakan angin yang berhembus. Mengabaikan matahari yang tenggelam.
Tidak meperhatikan bagaimana hujan turun lalu membuat genangan air.
Mengabaikan bentuk ombak yang bisa berubah dalam sepersekian detik.
Melupakan suara burung burung yang melintas di atas kepala. Mengabaikan
daun-daun yang bergerak atau pokok bambu yang bergesek.

Iyaa
gara-gara sibuk berselfie. Alam seakan hanya menjadi tempat eksistensi
agar dianggap “gaul” dan “keren”. Poto-poto selesai ya sudah langsung
pergi. Duhhh saya membayangkan betapa berdosanya saya pada “alam” yang
telah saya abaikan keberadaannya.

Maka saat ini saya akan memilih
saja menikmati apapun yang ada di sekitar saya. Duduk diam nenikmati
alam. Mau laut, gunung, senja atau hanya sekedar duduk di Taman
Sritanjung. Saya berhenti untuk sibuk berselfie.

Catat yaaa. Sibuk berselfie. Bukan tidak ber selfie.

Kalau sebelumnya satu jam di lokasi, 45 menit dibuat selfie dan 15
menit untuk duduk manis maka saya merubahnya. 5 menit selfie dan sisanya
saya akan menikmati pemandangan. Membiarkan tubuh saya merekam semuanya
karena “kamera” yang abadi adalah mata dan otak.

Baiklah.
Sudahkan anda ber-selfie hari ini? ber-selfie-lah dengan baik dan benar.
Bukan hanya sekedar full muka apalagi sambil melet-meletin lidah.
Percayalah hidung kamu juga tidak akan tambah mancung saat berkali-kali
selfie. Yang perlu diganti adalah latar tempat kamu berselfie.

Oh
yaa bicara selfie, tercatat pada tahun 1839 Robert Cornelius perintis
dunia fotografi membuat ekspresi dirinya untuk pertama kali.

Wikipedia juga mencatat jika Putri Kekaisaran Rusia, Anastasia
Nikolaevna, adalah salah satu remaja yang diketahui pertama kali
mengambil fotonya sendiri melalui cermin untuk dikirim kepada temannya
pada tahun 1914. Dalam surat yang dikirim bersama foto itu, ia menulis:
“Saya mengambil foto ini menggunakan cermin. Sangat susah dan tangan
saya gemetar”.

Nah awal penggunaan kata selfie terjadi pada tahun
2002. Kata ini pertama kali muncul dalam sebuah forum Internet
Australia (ABC Online) pada tanggal 13 September 2002.

Selfie
awalnya lebih dikenal Swafoto atau foto narsis atau foto potret diri
yang yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau telepon
kamera. Di Korea dikenal istilah selca atau self camera.

Baiklah jamaah duniairaa yang baik hati.

Demikian catatan per”selfie”an dari ‪#‎duniairaa‬. Jika ada yang tidak sepakat saya tidak akan marah kok.
Saya masih yakin seyakin yakinnya. Selfie bukan dosa. Selfie bukan kejahatan. Selfie tidak melanggar hukum.

Kecuali kamu selfie duduk di kepala temen kamu.

Salam Jepreeet!!!

Tertanda Duta Selfie Planet Hi Ho.
———————————–

Foto Selfie ini diambil di Badengan Taman Nasional Alas Purwo. Rasanya
menyenangkan duduk manis melihat rusa dan banteng makan rumput di jarak
yang sangat dekat. Sayangya tidak ada warung kopi yang dekat.

Saya yang selalu terpana dan jatuh cinta berkali kali pada indahnya Indonesia.

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *