Catatan

Duplex

Film ini menceritakan Alex Rose, yang diperankan oleh Ben Stiller, seorang penulis yang baru saja menikah dengan kekasihnya Nancy Kendricks, yang diperankan oleh Drew Barrymore. Mereka kemudian memutuskan untuk membeli rumah kuno dua lantai. Mereka tinggal di lantai satu sementara di lantai dua lebih dulu disewa oleh seorang nenek yang bernama Mrs. Connelly, yang diperankan oleh Eileen Essell.

Mereka memilih tetap membeli rumah ini karena menganggap Mrs Connelly hanya seorang nenek. Namun ternyata tingkah Mrs. Connelly sangat menyebalkan. Dia mengganggu kehidupan Alex dan Nancy bahkan meteka berdua juga dipecat dari pekerjaannya. Sangking menyebalkannya, pasangan muda tersebut merencanakan pembunuhan pada nenek tersebut dengan menyewa pembunuh bayaran 25.000 dolar. Namun saat kebakaran terjadi di lantai dua, mereka memilih menyelamatkannya dari pada membiarkannya mati di tengah kobaran api.

Akhirnya mereka memutuskan pindah dan menjual kembali rumah idaman mereka lewat calo rumah yang sama saat mereka membelinya agar hidup lebih tenang. Saat pamitan, mereka menemukan Mrs Connelly meninggal di kursi malasnya.

Ada sedikit penyesalan mengapa mereka harus menjual rumah itu ke pasangan baru lainnya. Mereka kemudian berdoa agar Mrs. Connelly damai di surga walaupun perlakuannya sangat menyebalkan.

Ending film ini buat saya ngakak. Ternyata apa yang dilakukan oleh Mrs Connelly adalah skenario yang diatur bersama dengan calo rumah yang ternyata adalah anak kandungnya bekerjasama dengan oknum polisi setempat. Alasannya satu. Untuk mendapatkan uang yang banyak dari jual beli rumah yang digagalkan.

Dan kamu pernah menemukan tetangga menyebalkan? Saya sih sering. Apalagi saya tipikal orang yang pindah pindah dengan cepat dalam jangka waktu beberapa tahun.

Namun bagi saya, sebaik-baiknya tetangga harus ada jarak. Jarak untuk menjaga saling menghargai dan menghormati atau istilahnya bertoleransi. Mungkin sebagian orang bilang saya adalah tetangga dan teman yang menyebalkan. Jarang ada di rumah. Kalau ketemu harus janjian dan nggak suka kalau langsung disamperin di rumah.

Tapi bukan berarti saya anti sosial. Namun saya mendigg tidur daripada nongkrong nggosip sama tetangga.

Almarhum ibu saya berpesan agar saya mengurangi waktu duduk di teras rumah. Alasannya karena semakin lama nongkrong maka akan semakin sering nyinyir pada orang yang lewat. “Dari pakaian sampai model rambut akan dikomentari. Masuk. Tapi kalau tetangga sakit dan butuh kamu harus tetap ada”

Bdw saya masih punya tetangga kok walaupun nggak sampai lima rumah.

* Foto ini nggak ada hubungannya sama catatan saya. Tapi lagi pingin aja upload setelah Mas Tri kirim ke saya sejak lebaran beberapa Minggu lalu.

Masih Syawal. Mari saling memaafkan

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *