Catatan

Dear Senja.

Jika di mejaku ada sepotong roti dan segelas kopi maka aku akan mengundangmu datang. Kita akan berbincang tentang hujan yang tidak turun di kotaku. Lalu kita sama sama tersipu ketika jemari mu menyentuh tidak sengaja lenganku. Kita duduk terlalu dekat.
Dear Senja.
Aku yang tidak menyukai hingar bingar. Aku yang mencintai ketenangan dalam kamar. Aku yang diam diam merindukan kamu diantara tumpukan buku-buku.
“Kita hanya bisa mengumpulkan banyak kenangan Raa”
“Iyaa mengumpulkan banyak kenang karena kita yakin bahwa kita tidak akan pernah berdua selamanya bukan?”
“Tidak ada yang abadi Raa”
“Aku tahu. Karena itu kamu bilang kita harus mengumpulkan banyak kenang dan kita tinggal memutarnya begitu saja jika rindu? Tidak semudah itu cinta”
Maka biarkan saja kita berdamai dengan kenyataan. Menyederhanakan mimpi yang pernah akan kita bangun berdua.
Dear Senja.
Singgahlah sebentar saja di rumahku. Agar aku bisa melihat mata kamu dan membiarkan kamu membaca catatan ini. Lalu kita bisa memulai kembali tanpa harus menghentikan apapun yang sedang berjalan.
Percayalah. Menunggu itu tidak lantas membuat orang bahagia tapi aku percaya kamu akan datang dan membawaku pergi ke tempat kamu.
Dan pecinta semacam kita ini akan mati perlahan. Tenggelam dalam ikatan perasaan.
Dear Senja
Kalau cinta ini buat lucu lucuan saja kenapa kita begitu menyedihkan?
Singgalah sebentar. Aku akan berbagi secangkir kopi dan sepotong roti dengan sedikit buter di atasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *