Buku, Catatan

dalam cerita novel : Selamat Ulang Tan

Pada halaman pertama Tan sebuah novel karya Hendri Teja, tertulis April 2016 yang berarti waktu pertama saya membacanya. Sementara Tan Gerilya Bawah Tanah, baru saya buka sampul plastiknya hari ini tapi lupa kapan membelinya. Sepertinya sudah beberapa bulan yang lalu.

Novel pertama, saya tercekat di bab terakhir. Bab 30.

Tentang Enur, perempuan desa beraroma minyak kelapa bercampur kenanga dan Melayu. Dia mati di tembak opas Belanda saat mereka mengejar Tan yang sembunyi di rumahnya. Saat akan mati, Enur mengatakan bahwa dia mencintai Tan. Dia telah mengetahui jika laki laki yang sembunyi di rumahnya adalah Tan. Bukan Datuk Kabungsuwan Manguindanao, seorang pendidik di Universitas Manila yang datang ke Hindia untuk merampungkan penelitiannya tentang mitos-mitos yang berkembang di masyarakat Asia. Seorang lelaki Filipino.

Enur dikenal macan betina, mantan guru sekolah rakyat yang ditutup pasca disegel oleh Belanda lalu dia pulang ke Desa Sunten Jaya Priangan. Enur tinggal dengan Abah yang bekerja sebagai pencari kayu bakar. Rumahnya sempat disita oleh Wedana karena Uwa Engkus, abah Enur yang terpaksa berhutang dengan bunga mencekik pada Raden Wiranata Kusumah saat gagal panen. Hutang semakin besar dan tidak terbayar sehingga tanah dan rumahnya disita.

Lalu Tan yang datang membebaskan hutan Enur dan Abah dengan meminta bantuan uang kepada seorang sahabatnya, Haji Abdul Hasan.
———–
Aku merengkuh tubuhnya, membelai rambut panjangnya, menciumi wajahnya dengan sepenuh rasa. Aku merasakan hembusan napasnya yang lemah di wajahku. Kemudian dengan sisa sisa tenaganya, kurasakan bibirnya mencium pipiku. Ciuman yang pertama dan terakhir, karena setelah itu ia menghembuskan napas pamungkasnya.

Enur meninggal bersama ketulusan cintanya padaku. Aku menangis sejadi-jadinya bagai seorang bocah. Pandanganku mengabur. Aku tak bisa merasakan apapun selain aroma minyak kelapa bercampur kenangan dan melati dari rambutnya.
—–
Novel berakhir dengan perintah pengasingan Tan ke Boven Digoel. Ada dua orang perempuan dalam hidup Tan di novel pertama. Fenny, kekasih Tan di rumah kost Jalan Nassaulaan no 29 saat menjadi siswa Rijkweekschool di Belanda.

Mereka terpaksa berpisah karena Fenny bekerja di rumah sakit Roterdam dan Tan lebih memilih menghadiri kongres yang kelak menghasilkan kesepakatan Perhimpunan Pelajar Hindia Nederland.

Dan penangkapan Tan yang menyebabkan Enur mati dipimpin oleh seorang tenda Belanda yang bernama Hendrik Van Wijnpark, sahabat Tan yang jatuh cinta pada Fenny.

Ah kau pikir cinta dan cemburu hanya sesuatu yang sederhana?

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Sutan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 2 Juni 1897.

Selamat Ulang Tahun Tan…

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *