Uncategorized

CATATAN UNTUK KE DUA FETUS-KU


Catatan ini aku buat dengan perasaan yang kosong. Kalian berdua Fetusku tercinta. Maaf….karena kalian tak bisa melihat indahnya dunia. Maafkan aku yang tak bisa mempertahankan kalian berdua dalam rahimkan. Untuk kedua Fetusku…..kalian harus tahu….Ayah dan Bunda sangat mengharapkanmu dan sangat mencintaimu.!!!!
Untuk Fetus yang pertama. Tidak ada maksud aku menurunkanmu dari rahimku. Namun vonis dokter yang membuatmu seperti itu. Kau tau Fe…..saat vonis itu jatuh, aku hanya berharap bahwa kau tetap hidup dan aku semalaman besujud pada Tuhan agar Ia mengijinkan agar kamu tetap tinggal dirahimmu. Aku ingin kau tumbuh seperti teman-temanmu. Menjadi anak yang sehat dan berguna bagi agama dan bagi kami orang tuamu. Maaf Fe…….tapi pertumbuhanmu tidak sempurna. Dan aku yakin …… bahwa kau akan menjadi doa bagi kami dan kami akan selalu menjadi doa untukmu. Karena kau adalah Fetus pertama kami, buh cinta yang sangat kami cintai terutama aku bundamu
(catatan pertengahan Februari 2009, saat Tuhan mengambil Fe pertama dari rahimku)
Untuk Fetus yang kedua. Seperti kakakmu, aku sangat bahagia saat tespack ku mengatakan postif dan kuharap kau akan menggantikan kakakmu yang telah mendahului mu pergi. Kau tau….betapa berharganya diri kamu. Dan aku berjanji akan menjagamu. Namun kembali lagi Tuhan lebh mencintai kamu dibandingkan aku, Ibumu. Ternyata kau lebih cepat meninggalkanku dari pada kakakmu yang bertahan 3 bulan. Tapi kau…..ternyata rahimku hanya membuat kau betah 3 minggu untuk tinggal disini. Dan saat aku menulis catatan ini, aku masih menahan rasa sakit yang amat sangat karena obat yang diberikan dokter untuk meluruhkan tempat tinggalmu dalam rahimku. Karena kau pergi tanpa pamit kepadaku. Ada yang tersisa disini!!!!sakit, perih dan yang terpenting adalah rasa kehilangan yang sangat. Bukannya aku membedakanmu dengan kakakmu yang pertama yang aku semayamkan di perkuburan dengan bunga setaman. Namun aku benar-benar tidak tahu kau dimana? karena kemarin yang keluar adalah jaringa-jaringan darah yang berbentuk lembaran. Apakah itu adalah kau, Fetusku? jika iya maafkan aku yan bodoh dan tidak mengerti bagaimana agar aku bisa melindungimu. Seperti kakakmu, aku yakin kau sekarang berbahagia bersama Tuhan di atas sana……
Untuk kedua Fetusku…..percayalah kalau aku dan Ayahmu sangat mencintai kalian berdua. Doakan agar nati akan lahir-fetus-fetus lain yang lahir dari rahimku. Saudara-saudara kalian dan aku tidak akan melupakan kalian berdua. Salam untuk Nenek dan kakek kalian yang mungkin saat ini sedang memangku kalian. Aku yakin nenek kalian, yaitu Ibuku akan bercerita pada kalian berdua tentang indahnya dunia ini. Nenek kalian akan menyiapkan masing-masing segelas susu coklat sambil memandang Bulan seperti yang dulu sering dilakukan bersama aku anaknya, ibu dari kalian berdua. Dan kakek kalian, ayah ku akan bermain-main dengan kalian berdua di atas bulan sana, karena saat aku tulis catatan ini bulan sedang Purnama. Sayangnya aku berada dalam kamar sehingga aku tak bisa melihat kebahagian kalian disan. Sekali lagi salam untuk kakek dan nenek kalian ya…..
Untuk kedua Fetusku….maafkan jika aku menangis. Mungkin ini cuma ungkapan isi hati ku dari pada aku menagis meraung-raung di tengah jalan. Karena aku sangat mencintai kalian berdua dan juga nenek dan kakek di sana. Sudahlah….aku akan segera menghapus air mata ini. Aku akan kembali berdiri bersama laki-lak yang sangat aku cintai. Dan dia adalah Ayah kalian berdua!!!!!
Maafkan aku kedua Fetusku……..doaku akan selalu menyertaimu. Tuhan titip kedua Fetusku ya….dan gantikan mereka dalam rahimku.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *