Kuliner, Traveling

CATATAN TENTANG KOPI DAN ‘NGOPI’

PEACE, LOVE AND COFFE

Saya yakin banyak yang mengaku mencintai kopi tapi toh saat ditawarin kopi ujung-ujungnya pesen kopi sachet dengan merek yang iklannya Mas Iwan Fals. Jika iya maka anda semacam saya.

Terkadang saya sedikit banyak bohong agar terlihat keren dan dianggap sebagai workholic dengan banyak minum kopi. Yess. Karena mereka yang konsumsi kopi identik dengan pekerja keras. Pertanyaannya apakah saya tipe pekerja keras? jawabannya ndak juga. Lihat kondisi rekeningnya. Ahay….

Biar keliatan keren dan agar kelihatan memahami seluk beluk kopi maka sesorean ini saya iseng searching-searching macam-macam kopi. Ada yang sudah saya coba ada juga yang belum. Berkhayal nanti bisa menikmatinya di sebuah cafe di bawah Menara Eifel sama mendengarkan lagunya Mas Tulus yang judulnya “Jangan cintai aku apa adanya”.

1. Cortado

Jenis espresso shot dengan sedikit susu hangat dengan rasio susu dan kopi antara satu banding satu atau satu banding dua. Susunya ditambahkan setelah espresso. Konon kata “Cortoda” berasal dari bahasa Spanyol yang artinya memotong.

2. Ristretto

Nama Ristretto berasal dari bahasa Italia yang memiliki arti “terbatas” atau “terlarang”. Serupa dengan Espresso tetapi menggunakan volume air yang keluar dari mesin penggiling kopi lebih sedikit. Kopi jenis ini lebih pekat dibandingkan Espresso.

Volume kopi yang dihasilkan dalam pembuatan Ristretto adalah sebanyak 0.5 hingga 0.75 ons dalam waktu 25 detik.

Walaupun waktu yang digunakan untuk membuat Ristretto sama dengan Espresso tetapi volume kopi yang dihasilkan untuk Ristretto hanyalah sebanyak setengah dari volume Espresso.


3. Affogato

Dalam bahasa Italia artinya tenggelam yaitu minuman penutup yang berbahan dasar kopi.

“Gaya Affogato” adalah gaya memberikan topping Espresso pada minuman atau hidangan penutup terdiri dari satu sendok es krim atau gelatto, seringkali, pembeli dilayani es krim dan Espresso di gelas yang terpisah, dan akan diaduk di meja agar mencegah es krim mencair sebelum dapat dikonsumsi.

4. Macchiato

Asal katanya berarti ternodai.

Merupakan Espresso yang dicampurkan dengan sedikit susu atau busa panas. Disajikan dengan sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil. Kalau cangkirnya lebih besar namanya jadi Cappuccino.

5. Mocha.

Tralaaa….. ini kopi yang cocok bagi pecinta coklat. Bahannya semacam Cappucino dengan tambahan coklat. Intinya Mocha adalah kopi Cokelat. Rasanya berbeda sesuai dengan kualitas cokelat yang dipakai. Bayangkan saja nikmatnya manis dan pahit cokelat dicampur rasa kopi. Saya yakin enak.

6. Long Black.

Buatnya hanya dengan 1 shot espresso di atas secangkir air panas. Bau air yang terbakar dan juga espreso berwarna keoranyean itu membuat lidah yang akrab dengan kopi khas Indonesia cocok dengan jenis kopi ini.

Long Black yang artinya jenis kopi yang diminum pelan-pelan “Long” dan berwarna hitam “Black”.

Sebutan akrab kopi ini adalah Americano…… *menyebutkannya dengan cara ala orang spanyolaaaaaa

7. Caffe Latte

Caffe Latte mempunyai foam setinggi 10 mm dan disajikan dengan gelas. Minuman ini mengandung susu lebih banyak dibandingkan Cappucino. Perbedaan lainnya adalah foamnya, Caffe Latte tepat di bawah mulut gelas dibandingkan Cappuccino dimana foamnya seakan mau jatuh keluar.

8. Cappuccino

I Love this taste. Selalu disajikan dengan gelas mug dengan gumpalan susu foam yang menonjol lebuh tinggi dari gelas mugnya. Plus serbuk coklat diatasnya.

9. Flat White

Sama dengan Cappucino hanya tinggai foamnya hanya 5 mm. Rasa kopinya lebih lemah karena susu di secangkir fat white lebih banyak dibandingkan Cappucino.

10. Espresso

Holaaaa…… ini yang paling yahud. Kopinya dengan warna oranye kecoklatan itu. Berasal dari italia dengan kental aroma dan rasa yang bikin geleng-geleng kepala. Pahitnya jangan ditanya tapi manis di lidah. Penyajiannya biasanya dalam cangkir super kecil. Harganya cukup mahal dibandingkan segelas kopi di warkop yang hanya 3 ribu rupiah. Tapi harganya seimbang dengan sensasinya.

Jangan anggap saya pintar. Saya cuma google aja kok, baca dan menulisnya kembali. Pokoknya saya suka kopi dan ingin berbagi.

Baiklah. Tapi intinya saya lebih suka kalau ngopi sambil ngbrol ngalor ngidul, atau sambil baca buku atau sambil facebookan. Tapi lebih suka kalau ngopi satu gelas sama kamu. Sambil pegangan tangan juga boleh. Sambil liatin mata kamu juga lebih lengkap #eaaaa.

“Kopi pertama pagi ini. Pahit, tertutup manis. seperti dua orang yang terlalu cinta, lalu saling mengucap janji yang tak mungkin terpenuhi”  (Raditya Dika)

Selamat menikmati Kopi mu. Selamat menikmati hari-hari mu.

Selamat. Iya selamat ngopi.

PEACE, LOVE AND COFFE

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *