Uncategorized

CATATAN TENTANG DEJAVU


(aku sengaja pilih gambar di sebelah, karena aku selalu De javu kalo liat Pohon kering tumbuh di Pantai)
Entah sudah berapa kali aku mengalami kejadian yang membuat aku merasa aneh. Kenapa aku merasa aneh? Karena tiba-tiba saja aku pernah mengalami kejadian yang terulang kembali. Contohnya: saat aku dating ke Rumah Sakit X yang belum pernah aku datangi, namun aku merasa Rumah Sakit itu bukan tempat yang asing bagiku. Aku merasa akrab dengan benda-benda yang ada disana. Dan itu tidak hanya ku alami satu atau dua kali, namun berulang kali.
Yang lebih parah lagi aku merasa mengenal seseorang yang baru saja aku ketemui dan membuat aku seprti orang yang sok akrab dan ujung-ujungnya jadi ……..(jangan diisi soalnya aku takut ada yan cemburu). Sering juga aku sharing sama beberapa teman dan mereka mengalami hal yang sama seperti aku, namun tidak sesering yang aku alami. Lambat laun aku tahu kalau itu yang dinamakan DE JAVU……..
Merasa penasaran aku berusaha mempelajarai apa yang dinamakan De Javu. Sekalian pingin tau apa aku punya bakat Indera ke enam?.Hasilnya…….
Deja vu itu adalah sebuah perasaan yang muncul tiba-tiba bahwa seseorang pernah mengalami kejadian yang terjadi saat itu sebelumnya. Bedakan deja vu dari fenomena lainnya seperti dream, vision, clairvoyance, premonition, precognition. All of those things tergolong gifts either from God or from other spiritual sources. Tapi deja vu itu tidak ada hubungannya dengan kemampuan spiritual. Dia adalah salah satu fenomena natural biologis yang sering kali masih menjadi misteri buat scientist.
Banyak kalangan transendental yang menganggap De Javu itu adalah bukti adanya reinkarnasi atau inkarnasi. Jadi misalnya si X merasa Deja vu saat dia datang kerumahku. Menurut kalangan transedental itu karena si X di kehidupannya yang terdahulu pernah ke rumah ku dan memori itu terus terbawa pada jiwanya hingga sampai di tubuh yang sekarang ini. Namun ada salah satu penjelasan lain mengenai De Javu yaitu karena perbedaan aliran streaming data dari mata ke otak.
Mmmm, aku coba menjelaskan , mudah-mudahan bisa jelas. Imagery or kejadian or gambar yang otak kita terima itu selalu berbentuk dua bayangan, dari mata kiri dan kanan. Jadi saat kita melihat sesuatu, sebenarnya kita melihat dua buah situasi yang dipadukan oleh syaraf otak kita menjadi sebuah gambar yang 3 dimensi yang padat dan sempurna. Nah, hasil penelitian menunjukkan bahwa otak manusia hanya bisa menangkap telah terjadi dua imagery bila selang diantara mereka lebih dari 25 milisekon alias 0,025 detik. Kenapa? Karena itu adalah waktu normal yang diperlukan oleh mata dan syaraf optik lainnya untuk mengirimkan data pada sel-sel otak. Jadi seandainya ada dua buah imagery yang ditangkap oleh otak dibawah waktu tersebut, maka otak menterjemahkannya sebagai satu imagery yang identical dan saling melengkapi. Tapi kalo data yang diterima otak dari kedua mata itu berselang lebih dari 25 milisekon, maka otak menangkapnya sebagai dua imagery yang berbeda.
Elastisitas syaraf optik dan dan kapasitas cerna otak tiap manusia berbeda. Letak perbedaan ini jelas sebuah keunikan, tapi bisa juga dianggap natural physical impairment ato kecacatan yang natural. Contoh, misalnya Si A (kenapa mesti dia ya?!) jauh lebih cepat mengingat sebuah lagu baru dibandingkan aku, hal tersebut berarti kemampuan kognisi otak ku bisa dibilang ‘cacat’ dibandingkan dia, walaupun itu sebenarnya bukan cacat dalam arti yang sebenarnya. Berangkat dari catatan ini, kita bisa menemukan bahwa tiap-tiap orang memiliki impairment masing-masing dalam kemampuannya mengirimkan data visual kepada otak. Ada yang cepat sekali, ada yang lambat, ada juga yang tergantung situasi biologis lainnya.
Pada dasarnya deja vu itu terdiri dari tiga jenis. Deja vecu, Deja senti, dan Deja visite. Deja vecu itu untuk kasus pernah-mengalami, misalnya saat jalan terus jatuh, dan kita pernah mengalami kejadian itu sebelumnya. Deja senti itu kasus pernah-merasakan, Trus yang terakhir deja visite untuk kasus pernah-mengunjungi, yang paling umum terjadi. Nah ketiga jenis deja vu ini 90% berhubungan dengan visual imagery, jadi bisa dieksplore dengan konsep yang sudah dijelakan sebelumnya.Dan intinya, scientist deja vu dianggap peristiwa kurang singkronnya, atau impairment, kerja kedua syaraf mata manusia.
Contoh jelasnya ada di bawah ini.
Suatu ketika, aku diundang seorang teman untuk makan malam di salah satu resto terkenal Jakarta. Ketika masuk resto itu, walaupun baru sekali ke sana, aku merasa pernah berada di sana walaupun tidak ingat kapan dan dengan siapa aku ke sana.. Menurut teorinya, salah satu mataku, skarang anggap aja yang kiri, mengirimkan sebuah data visual akan ruangan tersebut berikut atmosfirnya ke pangkal otak dan disimpan di sana sebagai sebuah memori. Perlu diketahui bahwa semua data yang masuk ke otak itu langsung automatically disimpen ama otak sebagai memory, jadi bukan asal lewat aja. Pada kondisi-kondisi tertentu, mungkin karena aku yang grogi or excitet atau karena alasan lainnya, pengiriman data dari mata kanan agak terinterupsi, butuh lebih dari 0,025 detik untuk sampai ke otak. Data dari mata kiri tidak masuk bersamaan dengan data dari mata kanan. Akibatnya ketika data mentah dari mata kanan masuk, dia menghantam sebuah data yang sudah tidak mentah, sudah dinamai ‘resto korea’, yang sudah disimpan dari kiriman mata kiri. Nah di sinilah otak jadi bingung , dan keluarnya jadi perasaan deja vu itu. Karena jelas otak sehat kita berkata bahwa kita baru sekali ke sana, tapi kok ada feeling memori akan tempat itu entah dari kapan tau. Kita tidak pernah sadar bahwa memori kecil itu kita terima sepersekian detik sebelumnya dari salah satu mata yang bereaksi lebih cepat.

Begitulah kira-kira penjelasan fenomena deja vu yang aku pelajari.. Jauh lebih sederhana dan logis daripada penjelasan spiritual apapun kan? Masih ada satu pendekatan ilmiah lainnya yang pernah aku baca, tentang old and new brain stem path, tapi itu lebih susah dimengerti dan repot. Selain itu aku juga udah lupa. Yang pasti deja vu bukan penglihatan supranatural.
Namun ada stu pertanyaan yang belum aku jawab, kalau fenomena deja-vu itu menyangkut mata kanan dan kiri. berarti orang buta atau orang buta sebelah tidak bisa mengalami fenomena ini?
Dan pertanyaan kedua, Jika aku sering mengalami De Javu berarti ada yang tidak beres dengan otakku dong?
Pless Help Me……

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *