Catatan, Nature, Traveling

Cantiknya Padang Kasna di kaki Gunung Agung Bali

Sang Hyang Widi memberikan berkah ketika petani yang berada di bawah kaki Gunung Agung dengan memberikan bunga Kasna.

Bunga berwarna putih ini hanya tumbuh di bawah kaki Gunung Agung tepat diatas Pura Besakih tepatnya di dusun Junggul Desa Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem.

Kebun Padang Kasna, namanya.

Di tempat ini, tanaman berwarna putih yang hanya tumbuh di kawasan kaki gunung Agung yang berhawa sejuk menghampar.

Untuk mencapai kebun ini memang butuh perjuangan karena harus melewati banyak jalan yang bercabang. Namun, bertanya kepada warga lokal ketika sudah sampai di Pura Besakih akan sangat membantu untuk mencapai Kebun Padang Kasna.

Jika beruntung, warga yang baik hati akan mengantarkan pengunjung langsung ke tempat tersebut.

Dari Pura Besakih, kurang dari 15 menit, pengunjung akan tiba di Temukus yang hanya dihuni oleh empat keluarga. Ada parkir khusus untuk kendaraan pengunjung. Dari situ, pengunjung perlu melanjutkan trekking ke Padang Kasna yang tersebar di lereng kaki Gunung Agung

Panen setiap 6 bulan sekali saat jelang Kuningan dan Galungan untuk sesembahan para dewa. Selama bertahun tahun Padang Kasna menjadi tempat rahasia hingga setahun terakhir Padang Kasna yang berada di dusun terakhir di bawah kaki Gunung Agung yang hanya berisi 4 kk menjadi wisata massa.

Satu area Padang Kasna pernah rusak diinjaki oleh pengunjung. Hingga pemilik kebun membuat kesepakatan untuk masuk wilayah padang Kasna hanya satu pintu dan diawasi oleh desa adat dan ada biaya seikhlasnya untuk di masuk ke area padang Kasna.

Nengah, warga sekitar bercerita, bunga kasna dipercaya sebagai pemberian dari dewa. Pada zaman dahulu, masyarakat meminta kepada Sang Hyang Widi sesuatu yang indah.

Tiba-tiba saja muncul bunga yang berwana putih lalu oleh masyarakat bunga tersebut ditanam di bawah kaki Gunung Agung dan akan dipanen 6 bulan sekali menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Kasna hanya bisa tumbuh di Temukus saja. Ada yang mau menanam di daerah lain tidak bisa dan ini adalah berkah dari dewa untuk kami, warga Temukus,” tuturnya.

Selain bunga kasna, ada beberapa bunga yang ditanam di lereng Gunung Agung. Bunga-bunga tersebut dipetik dan gunakan untuk sesaji upacara umat Hindu.

“Tiga batang kasna kami jual Rp 5.000 biasanya sudah ada pengepul dari kota yang datang ke sini,” ucap Nengah.

Kasna juga memiliki aroma khas yang wangi bukan hanya saat kondisi segar tapi juga pada saat kering. Sebagian masyarakat ada yang menyebutnya dengan edelweiss Bali.

Indahnya luar biasa. Sungguh.

Dan saya berpikir ternyata pelosok Tanah Dewa ini sungguh memikat dan membuat perjalanan saya kebablasan.

Noted:

Saya wanti wanti pada sepupu saya untuk tidak menginjak dan mematahkan ranting Kasna. Ada pematang khusus yang dibuat untuk pengunjung dan ibu pemiliknya bersama kami berjarak kurang dari 2 meter dari kami berdiri. Nanti saya tulis di catatan terpisah

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *