Catatan

Belajar dari telur bebek dan kelahiran Baginda Rosul

“Raa.Sido melok endhog endhogan? bebek ta ayam?,” pesan Mbak Reni. “Bebek mbak,” kata saya tegas. Yakin ketika saya belajar sejarahnya. Kalau istilah kawan-kawan adalah Tabayun.
Tradisi Endhog-endhogan muncul sekitar tahun 1926. Saat itu, KH Abdullah Faqih yang mendirikan salah satu pondok pesantren di Cemoro, Songgon Banyuwangi yang memulai tradisi tersebut. Beliau adalah santri dari Kyai Holil Bangkalan. Saat santrinya akan kembali ke rumah, Kyai Holil berpesan kembange bongso wes lahir arupo ndog. Isi kadung hing diwadahi keleleran, wadah hing ono isine kopong’ (bunga bangsa sudah lahir berupa telur. Isi kalau tidak ada tempatnya akan berantakan, tempat jika tidak ada isinya akan kosong).
Saat pulang ke Banyuwangi, pesan tersebut diterjemahkan oleh KH Abdullah Faqih dengan membuat kembang telur saat perayaan Maulid Nabi Muhammad kemudian ditancapkan diatas pohon pisang yang diletakkan di meja besar. Dalam satu pohon pisang, atau disebut Jodang berisi 33 atau 99 kembang telur yaitu telur bebek yang ditusuk bambu dan dihias dengan bunga bagian atasnya. Setelah pengajian dan pembacaan shalawat, telur tersebut dibagikan kepada para santri. 99 adalah simbol Asmaul Husna yang jika dibagi 3 jodang satu jodang berisi 33 kembang telur. Allah lebih menyukai angka-angka ganjil. Ganjil adalah bilangan yang jika dibagi dua maka bersisa 1. Dan itu adalah hal yang Allah dan Rasulnya suka, alasan lain karena Allah SWT itu hanya 1 atau Mahaesa, tunggal. Semacam itu yang diajarkan guru ngaji saya saat masih sekolah.
Karena santri KH abdullah Faqih mayoritas adalah orang Using, maka tradisi Endhog-endhogan berkembang di lingkungan masyarakat Using hingga sekarang. Bahkan saya saja yang Usingnya campuran dengan Bali dan jarang ikut acara pengajian ikut suka cita merayakan Maulid, kelahiran Baginda Rosul Muhammad SAW dengan tradisi Endhog-endhogan
Nah terkait telur bebek yang digunakan, ada cerita filosofis yang menarik yaitu saat bertelur bebek lebih diam dibandingkan jika ayam yang bertelur. Sederhananya adalah, ayam baru bertelur dua butir saja kotekannya sudah satu kampung berbeda dengan bebek yang lebih senyap. Lepas bertelur, bebek mencari air untuk “”bersuci”. Ini semacam ajaran Islam agar tidak pamer dalam beribadah dan saat beramal. Saat berbagi-bagi terlur. Berbagi kebaikan. Tapi semuanya kembali ke niat bukan?
Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah, kira-kira 200 M dari Masjidil Haram, pada Senin menjelang terbitnya fajar 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah bertepatan dengan 20 April 571 M. Dinamakan tahun Gajah karena pada waktu itu bala tentara Abrahah dari Yaman menyerang Ka’bah dengan mengendarai gajah untuk meruntuhkannya. Namun penyerangan itu gagal total karena Allah mengirim burung Ababil yang menjatuhkan batu-batu dari neraka kepada mereka.
Maka jika kekasihmu lahir, betapa engkau berbahagia serta ingin turut serta merayakan dengan doa-doa baik serta berbagi kebahagiaan?
Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah rasulullaah shallallaahu ‘alaihiwasallam. Amma ba’du.
*Noted
Foto ini diambil saat Festival Endog-Endogan sepekan yang lalu. Karena diambil acak, saya lupa motret yang telur bebek.
Banyuwangi 11 Desember 2017
Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *