Uncategorized

BANYUWANGI SUDAH MALAM RAA….


Saya tau lagu-lagu yang kamu ciptakan, lagu yang kamu nyanyikan itu buat saya ……

Dan kamu bernyanyi di sebuah panggung besar dengan lampu sorot ribuan watt.

Saya menepi …. Saya berdiri di belakang panggung. Kamu diantara
riuhan penggemarmu. Dan saya melihat mata mu masih kosong …..

“Aku capek Dek ..”

Saya diam saja ……, “Aku masih menunggu kamu dan menyimpan cinta itu selama bertahun”,
kamu meneguk Jack. Mulut mu bau alkohol menyengat. Saya menepuk
pundaknya perlahan, “Semua akan baik-baik saja mas… Percaya adek”

Saya mundur perlahan. Ini hanya kenang saja. Bagi saya adalah bodoh
menyimpan rasa cinta selama lebih 10 tahun ini. Dan lebih bodoh lagi
saya yang membiarkannya menjadi sebuah sampah yang membusuk di hati
saya.

Saya bertepuk tangan perlahan seorang diri di belakang samping panggung. Membetulkan ransel melangkah pulang.

Dari titik saya berdiri, saya melihat kamu turun dari panggung menuju
tempat tadi kita berbincang. Mata mu mencariku dalam diam mu.

Saya harus pulang mas ….. Mimpi ku bukan kamu. Walau hati saya ? ….
Sudahlah! Angkat ransel lanjutkan sebuah perjalanan panjang!!!! Bukan
untuk pulang.

“Siji-siji akeh kembang hang teko wangine mung sak sorenan. Tapi riko bedo, riko hang terus njogo ati”

Lirik itu terngiang … Banyuwangi sudah malam Raa….

Tagged

3 thoughts on “BANYUWANGI SUDAH MALAM RAA….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *