Catatan

Bandang di Badeng

Hari ini ada banjir bandang di Sungai Badeng dan berdampak pada hampir 350 KK di Desa Alasmalang Singojuruh, walaupun data dari dapur umum ada 650 KK dengan 1.300 jiwa.

Semua orang posting berbekal kirimkan dari wa atau mengunduh dari instastory. Semua berkomentar. Menyalahkan ini dan itu. Sharing dengan caption yang entahlah kadang saya sendiri cuma geleng geleng kepala membacanya.

Pertanyaan besar. Mereka turun ke lapangan? Pernah membaca hasil kajian resminya?

Mei 2018, tim PVMBG turun ke Songgon setelah hampir 9 bulan kali Badeng coklat dan mengalami pendangkalan. Waktu yang cukup lama karena tidak ada yang menyadari. Ikan ikan mati, sungai yang dalam bisa buat sepedaan.

Jadi ada tiga ancaman bencana di gunung berapi. Erupsi, kegempaan dan pergerakan tanah. Dan banjir bandang ini karena gerakan tanah di gunung Pendil. Gunung Pendil adalah gunung yang muncul dari muntahan lahar dari ledakan gunung raung ratusan tahun silam, sehingga gunung pendil tidak terlalu solid dan rawan longsor.

Gerakan tanah tersebut mengakibatkan sejumlah material vulkanik Gunung Pendil yang mengendap ribuan tahun terangkat dan longsor membawa pohon pohon besar. Tau berapa banyak? Perkiraan 2 juta kubik! Termasuk material letusan Raung pada 2014 lalu.

Anomali cuaca juga berperan. Pernah merasa jika intensitas hujan dua bulan terakhir menurun dan tiba-tiba dihajar hujan selama dua hari berturut-turut? Air mengalir dari atas melewati jalur lahar dingin gunung Raung yang berjarak 11 km dari pemukiman terdekat membawa material longsoran.

Dan alam sedang bekerja untuk menyeimbangkan dirinya.

Jadi gini dari pada komentar nggak jelas marilah sedikit bijak berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk mereka para korban? Selain nyinyir?

Malam ini ada bapak bapak dan mbak mbak relawan yang bergadang membuat nasi bungkus. Membersihkan material lumpur yang menutup jalan. Membagi bagikan bantuan. Memastikan warga dapat istirahat nyenyak malam ini. Teman teman Jurnalis yang masih duduk manis mengirim berita ke kantornya masing-maisng walaupun sudah jelang malam. Tim kesehatan yang standby di posko.

Menata kembali Desa Alasmalang walaupun saya yakin tidak akan selesai dalam waktu sehari dua hari. Apalagi ancaman banjir bandang tersebut masih megintai setiap waktu.

Ayo datang ke Alasmalang. Ikut turun dan membantu membersihkan lumpur bersama-sama. Jangan cuma komentar. Tapi jika datang, tolong jangan jadikan Alasmalang tempat wisata baru buat numpang selfie.

Alasmalang bisa diperbaiki dengan kerjasama bukan dengan komentar apalagi nyiyir hanya berbekal video dan foto yang nyebar.

Dan bersyukurnya adalah saya yang ber KTP Kalipuro ini menjadi bagian dari Prasasti dan forum Karangtaruna Singojuruh. Melihat mereka bekerja keras hingga saya menyelesaikan catatan ini, kadang membuat nelangsa.

Melakukan apa pun yang mereka bisa lakukan. Sekecil apapun itu walaupun hanya ikut bagi nasi keliling desa. Itu butuh niat dan tekat.

Jadi kapan kamu ambil ambil peran selain cuma ambil bagian komentar?

Mengutip dari status mas Ivan

“Banyak orang yang sok tau tentang bencana. Padahal jauh dari lokasi. Hanya berbekal foto dan video dari viral mereka mengklaim ini itu dan mengutuk siapapun Mbok yo dungo ae.Gak usah mengklaim paling benar”

Selamat malam. Besok kita kerjabakti di Alasmalang. Awas kalau nggak datang!

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *