Kuliner, Traveling

Bakso Untung simpang lima Banyuwangi bertahan sejak 1964!!

Salah satu bakso favoritsaya di Banyuwangi adalah Bakso Untung milik pak Muat (83) yang sudah berjualan bakso sejak tahun 1964. Iya. bakso yang ada di timur simpang lima tepat tengah Kota Banyuwangi adalah salah satu bakso legendaris yang ada di Banyuwangi.

Bakso lengkap

Saat pertama kali berjualan, satu porsi bakso dihargai 10 rupiah. Pak Muat masih bujang dan berjualan menggunakan pikulan. Yang khas disini adalah bakso urat yang benar-benar full urat. Ukurannya masuk kategori jumbo tapi masih normal. Bu Zaimah (68), isti pak Muat bercerita pada zaman dulu masih belum ada selep dading sehingga untuk membuat bakso masih dilakukan secara manual yaitu daging sapi dipukul-pukul hingga halus.

Saat dipukul-pukul itu, maka urat daging terpisah dan dikumpulkan lalu dibuat bakso urat yang benar benar urat. Bahkan pada saat zaman  masih belum populer bakso jumbo, bakso urat Untung ini pernah sebesar kepalan tangan.

Untuk menjaga kualitas, Pak Muat masih turun langsung memilih daging di pasar dan memasaknya di dapur dibantu dengan istrinya. Sedangkan untuk penjualan diserahkan kepada anak-anaknya.

Rasa dagingnya sangat kuat terutama bakso urat yang terlihat cacahan daging dan uratnya. Bentuknya tidak bulat utuh seperti bakso pada umumnya. Kuahnya yang bening sangat gurih dan terasa sekali jika didapatkan langsung dari kaldu sapi dan juga tidak eneg saat disruput

Uniknya bakso di sini adalah ada petis hitam pedas di meja yang bisa buat cocolan tahu, tahu bakso atau baksonya sekalian. Dan jujur saya lebih suka mencocolkan baksonya pada petis dibandingkan dicampur dengan saos sambal dan kecap. Ingat di cocolkan bukan dicampur dengan kuahnya.

Petis buat cocolan

Oh ya yang suka pedas jangan kaget kalo nggak ada tempat sambal diatas meja seperti pada warung bakso pada umumnya, karena sambal akan di sajikan terpisah dengan piring kecil saat bakso dihidangkan.

Kalau kamu maniak bakso nggak ada salahnya mencoba bakso komplit yang berisi bakso kasar, bakso halus, bakso goreng plus tahu bakso dan juga mie kuning atau mie bakso alias loksor yang berlimpah ruah. Kalau suka bisa kok di campur dengan rajangan kubis. Sumpah!! porsinya raksasa!! masih ada lontong dan tahu goreng yang bisa ditambahkan kalau kamu benar-benar lapar. Kalau saya sih biasanya pesan bakso komplit tanpa mie tapi pakai rajangan kubis. Itu saja sudah enak dan kenyang.

Muat dan istrinya menghabiskan daging sapi kualitas terbaik rata rata 23-25 kg setiap harinya. Khusus yang 10 kg digunakan untuk bakso urat.

Bakso yang sudah ada sejak tahun 1964 ini selalu jadi langganan para bupati Banyuwangi. Bahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya juga jadi pelanggan setia bakso untung miliknya pak Muat ini. Dan jangan salah juga, bakso goreng atau tahu baksonya juga sering dibawa ke luar negeri oleh pelanggan fanatiknya.

Oh ya jika beruntung kamu bisa dapat pisang gratis yang di gantung ditengah warung. Iya gratis!! benar-benar gratis!! alasannya sih katanya memang niat untuk memberi.

 

Salam Mbakso!!!

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *