Catatan

Avenger infinity war, setangkup es batu dan sejumput garam

Saat masih kecil, ibu saya mengajak sebuah ekperimen sederhana. Dia mengambil setangkup es batu dan meletakkan di baskom. Dia meminta saya memotong benang kasur warna putih. “Sekarang adik taruh diatas es batu. Terus taburi garam. Kita tunggu sebentara”” kata ibu, seorang guru SD kelas satu.

Lalu dia meminta saya menarik dua ujung benangkasur tersebut. Mata saya membelalak kagum dan berteriak. “Keren bu. Benangnya masuk ke es dan bisa diangkat.”Saya terkagum kagum dan bertanya apakah bisa dengan menaburkan garam di atas tali dan batu, saya bisa mengangkat batu tanpa perlu memegangnya langsung.

“Tidak bisa dek, batu dan es beda. Dua hal yang berbeda walaupun sama sama keras. Es dan batu sama sama bisa hancur. Yang membedakan adalah prosesnya. Es batu akan tetap jadi es jika tempatnya dingin seperti kulkas. Batu pun bisa hancur dan bolong jika ditetesi setiap hari dengan air dan itu butuh waktu puluhan dan mungkin ratusan tahun,” kata ibu sambil memangku saya yang asyik memainkan es yang didalamnya ada benang kasur.

Kelak saya tahu,kadar garam bisa menurunkan suhu dingin es yang membuat permukaan es mencair. Suhu air garam yang mengelilingi benang tadi lebih rendah daripada suhu air yang tidak bergaram yang telah diserap benang sebelumnya. Semakin banyak garam yang ditaburkan di es, maka semakin cepat proses penempelan es ke benang.

Oh ya, sepekan terakhir ini, pemberitaan di Banyuwangi didominasi oleh seorang lurah yang mengalami penganiayaan. Ndilalah kok ya lurahnya perempuan. Maka semakin masif-lah obrolan di warung kopi. Bawa uang 60 juta yang kemudian dibawa ‘lari’ oleh oknum LSM yang menjemputnya jam 12 siang.

Lalu sang lurah ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat disebuah sungai jam 10 malam sejauh 70 meter dari kantornya di Penataban. Terseret di sungai sere sejauh lima puluh meter bahkan!

Hebatnya bu lurah ditemukan dalam keadaan hidup dan luka luka ringan. Malam itu bu lurah pulang dan hebatnya lagi, saya mendapatkan cerita jika satu hari setelahnya bu lurah sempat ngantor walaupun sebentar.

Apa kabar saya, yang baru diancam dibunuh aja sudah nggak berani pulang hampir sepekan. Namun, akhirnya bu lurah minta perlindungan pada polisi.

Saya yang penasaran bagaimana cara bertahan bu lurah saat terikat dalam air bertanya kepada pihak polisi. Kapolres menjelaskan jika dalam kedaan darurat yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk bertahan hidup yang cukup tinggi. Selain takdir baik tentunya.

“Saya saja pernah latihan seperti itu akan kesulitan.Mau dangkal atau dalam, jika terikat didalam air itu membahayakan,” kata Kapolres Banyuwangi.

Dan sebelum dibuang di sungai, bu lurah pura-pura mati saat dianiaya dalam mobil menggunakan senjata api mainan. Untuk detailnya seperti apa silahkan searching di google. Sudah banyak yang menuliskannya.

Sayangnya saya tidak sempat ketemu langsung buat wawancara bu lurah secara detail apa yang dia alami selama 10 jam lebih bersama pelaku.

Tapi bagi saya yang menarik adalah pernyataan dari tersangka yang mengatakan jika uang 60 juta tersebut akan diserahkan kepada salah satu tokoh masyarakat di Banyuwangi untuk mempermulus keinginannya menjadi CAMAT! dan informasi ini telah dibantah oleh tokoh masyarakat

Dan herannya kejadian ini terjadi di masa film avenger infinity war yang tokohnya pada mati semua. Walaupun sutradara avenger infinity war, Russo bersaudara mengatakan jika ia ingin mendobrak batasan dan cerita dengan cara tidak terduga dan mengejutkan penonton.

Russo bersaudara yang menganalogikan pembuatan film dengan es krim cokelat yang disukai penggemar. Jika itu disajikan setiap hari, mereka akan bosan. Menurutnya, sutradara harus bisa tetap berada di depan dan memberi hal-hal baru serta mengejutkan yang tak membuat mereka pergi.

“karakter pahlawan super semakin menarik bila diperlihatkan kelemahannya. Itu membuat mereka terlihat seperti manusia biasa dan lebih terasa dekat dengan penggemar,” kata Marvel dalam satu kutipan wawancaranya.

Kembali pada kisah bu lurah. Dalam kisahnya dianalogikan ada yang menjadi es, garam dan benang kasur warna putih. Ada juga yang menjadi tokoh ‘ibu’ dan juga ‘tokoh’ saya. Ada yang mencair, ada yang menempel dan ada yang terangkat. Bahkan ada juga yang tiba tiba menjadi pahlawan.

Baiklah katakanlah ini kasus kriminal biasa. Tapi percayalah kasak kusuk tentang jual beli jabatan atau apalah itu namanya sudah bukan menjadi rahasia umum. Tapi yang terpenting adalah mau atau tidak orang yang terlibat didalamnya mau bicara.

Saya ingin mengutip perkataan Thanos di Film avenger infinity war, “The hardest choices require the strongest wills”

Setiap pilihan dan tindakan selalu ada konsekuensi. Saya yakin trauma luar biasa dialami oleh beliau apalagi ditambah dengan masifnya obrolan tentang kasus beliau.

Semoga endingnya nggak kayak film avenger infinity war. Buat kecewa semuanya dan penonton akhirnya bilang, “Halah tibae ngene ae”.

Sehat sehat Bu lurah, semoga kasus ini menjadi pelajaran buat semuanya.

Foto ini diambil mas Hafil Ahmad. Saya suka sekali ekspresi mas Budi di sini.

Selamat berakhir pekan

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *