Uncategorized

ASAP DAN PRESIDEN ESBEYE

“Soal asap, SBY Minta maaf ke Negara Tetangga”

Saya membaca judulnya sambil geleng-geleng kepala.
Apakah dia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa banyak beberapa
perusahaan asing yang terkait dengan pembakaran lahan tersebut?
Singapura? Malaysia?

Aneh, kenapa dia meminta maaf kepada
negara tetangga? kenapa tidak meminta maaf kepada rakyatnya? yang sudah
terkena penyakit pernafasan akut? tanpa
ada tindakan pelayanan kesehatan? pada masyarakat Riau Daratan dan Riau
Kepulauan? yang jumlah warganya lebih banyak di bandingkan Singapura?
ini presiden Indonesia kan?

Duh Pak Presiden….

Gara-gara ini saya semakin apatis dengan birokrasi pemerintahan dan akan terus membuat saya Golput bertahun-tahun.

Atau gini saja bapak. Bagaimana jika Bapak tinggal satu bulan saja di
wilayah perbatasan Indonesia. Di Pulau Semoa sekalian. Atau di Pulau
Galang. Tapi dengan catatan tidak menggunakan fasilitas negara apapun
kecuali tangan kaki dan kepala sendiri. Menjadi “rakyat jelata”

Saya yakin anda tidak akan bisa bertahan. Dan mati perlahan. Pak Ucu
dan Pak Long yang ada di Riau Daratan serta Riau Kepulauan saya rasa
lebih cerdas untuk bertahan hidup di bandingkan dengan anda.



Liat KTP di dompet. KTP saya masih Indonesia, tapi kenapa saya selalu
lupa dan merasa tidak pernah mempunyai pemimpin negara yang bernama
presiden.

“Sementara itu, asap hasil pembakaran hutan di Riau
berdampak semakin luas. Tidak hanya mengganggu sejumlah negara tetangga
asap juga melumpuhkan penerbangan Riau. Pemerintah secara resmi
menghimbau maskapai penerbangan untuk tidak menerbangkan pesawat mereka
ke Riau”

Oke kawan. Penggalan berita itu adalah sebuah kesimpulan jika ke Riau Daratan atau pun kepulauan hanya satu cara yaitu Renang.

Saya tidak peduli dengan Notam atau notice to airmen ataupun rencana pembuatan hujan buatan untuk mengatasi kebakaran hujan.

Buat saya hanya satu solusinya. Tutup perusahaan asing, depak suruh
pulang ke negaranya. ….. lalu kita? iyaa kita yang mengelola dan
menikmatinya sendiri surga yang kita sebut Indonesia.

25 Juni 2013
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *