Catatan, Kuliner

Arabica? Robusta

Hari itu saya belajar membedakan kopi arabica dan robusta.
Bukan hanya sekedar bentuknya tetapi juga aroma dan rasanya. Robusta bentuknya cenderung lebih bulat dan berisi dibandingkan Arabica. Robusta juga lebih cocok jika dicampur dengan susu dibandingkan Arabica. Iyaa Arabica memiliki rasa asam yang lebih kuat dibandingkan Robusta.
-Kamu suka yang mana?-
-Robusta. Aromanya rasanya benar benar membuat saya jatuh cinta-
Lelaki disebelah saya tertawa dan mengatakam bahwa saya perempuan robusta.

-Robusta cenderung cocok untuk para pekerja keras karena rasa dan cafeinnya lebih kuat. Berbeda dengan Arabica yang lebih cocok untuk ngobrol ngalor ngidul- Dia kembali menjelaskan.
-Atau ada pilihan blend? Campuran antara keduanya?-
Saya tertawa dan berkata tetap akan setia pada Robusta.
Saya berpikir kopi bukan hanya sekedar kamu membayar mahal untuk secangkir kopi yang enak. Ketika kamu menyecap secangkir kopi disana ada banyak cerita tentang para petani kopi. Tentang kemelaratan. Tentang perjuangan. Tentang kapitalisme. Tentang kehidupan.
-Kopi itu adalah eksekusi-
: kepada mu
Besok kita ngopi lagi sebelum kamu atau aku yang pergi
Oh yaa namaku iRaa. Panggil Raa. Aku matahari
Foto Iraa Rachmawati.
Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *