Uncategorized

APAKAH KITA SUDAH JADI BANGSA BESAR? KURASA BELUM!!!!

Pertama kali saat aku melewati patung Sudirman tidak ada yang spesial. Karena aku berada di jalan bagian kiri, yang berarti pertama kali aku lihat adalah bagian belakang Patung Sudirman!!!! Namun saat aku kembali dari kota menuju Bintaro dan melihat dari arah depan patung Sudirman. Plaaaaakkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!! rasanya seperti ditampar. Kau tahu mengapa?
Coba perhatikan gambar di bawah ini

Memang tidak ada yang spesial dan tidak ada yang bearti. Tapi saat ingat kata-kata mutiara “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PAHLAWANNYA!!!! MAKA HORMATI PAHLAWANMU” (dan aku tidak tahu siapa yang mengeluarkan kata mutiara itu. Apa Ir Soekarno ya?) maka aku tiba-tiba sadar betapa kita tidak pernah menghargai para pahlawan kita. Kenyataannya….bukan kita yang memberikan hormat pada Jendral besar Sudirman tapi malah Jendral Sudirman yang memberikan HORMAT pada para pengendara yang melewatinya. Bukankah para pengendara itu notabene adalah sebuah bangsa yang harus menghormati para pahlawan. Kok malah jadi terbalik………?
Apa karena alasan itu, kita sulit menjadi bangsa yang besar? jangan menghormati dalam arti yang masih rancu, menghormati dalam arti harfiah pun masih belum kita lakukan.
Ironis…..saat Sang Jendral Besar menghormat pada kita!!!!!! Lalu kapan kita kita menghormati dan menghargai jasa-jasa mereka agar kita bisa menjadi Bangsa yang besar? entahlah……..

dan aku selalu memberikan hormat pada patung Sudirman jika aku melewatinya.
Saat yang lain bilang aku gila karena memberikan hormat pada patung, aku selalu berkata,
“aku tidak gila…tapi kalianlah yang gila karena tidak bisa menghargai jasa dia”
(catatan kecil ini aku persembahkan kepada para pahlawan. Selamat hari pahlawan, kawan……!!!! dan kita harus kembali belajar hargai para pahlawan kita)
Tagged

18 thoughts on “APAKAH KITA SUDAH JADI BANGSA BESAR? KURASA BELUM!!!!

  1. Hm..aku pikir patung Sudirman dibikin sikap menghormat, coz senimannya waktu disodorin sketsanya Sudirman, dapetnya sketsa Sudirman sedang menghormat.

    Aku taunya, Sudirman itu seneng badminton. Makanya ada Piala Sudirman. Jadi kenapa dibikinnya bukan patung Sudirman lagi main badminton aja ya?

  2. hmmm………. saya jadi bertanya-tanya adakah makna kenapa patung sudirman dibuat dengan posisi menghormat begitu? kenapa berada di tengah jalan? dan kenapa menghadap kearah mata hari terbit?

  3. Mmmm iya juga ya mbak. hehe…
    Lagian kok nggak capek ya Jendral Sudirman bertahun-tahun hormat sama pengendara? hehehe…
    semangat hari pahlawan mbak… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *