Buku, Catatan

Aku sakit, kau tak menjenguk ku

“Ia menulis bukan hanya dengan tangannya, tapi juga dengan mulutnya laiknya orang bercerita. Dan jadilah serial lanjutan Cak Rusdi ini”

Kurang dari 20 menit, saya menyelesaikan buku Seperti Roda Berputar, Catatan di Rumah Sakit yang ditulis Rusdi Mathari, seorang wartawan senior asal Situbondo yang terkena kanker sejak 2016 lalu.

Membaca catatan Cak Rusdi membuat saya berpikir, kalau nanti mati, apakah ada yang menemani saya? Minimal nangis dan bacakan Al Fatihah.

Embohlah. Pernah mengalami masa masa kritis di meja operasi, membuat saya jadi sedikit ‘nganu’ saat berbicara sakit dan rumah sakit. Apalagi bapak saya hampir 3 bulan lebih menjadi penghuni tetap rumah sakit karena penyakit paru-parunya. Ibu saya pun juga demikian, walaupun toh akhirnya dia meninggal seorang diri di kamar dan saya entah kemana saat itu. Penyesalan yang tetap menghantui hingga detik ini.

Semalam pun, batuk saya tidak berhenti. Batuk kering. Setiap saya batuk, keluarga terdekat selalu bilang, “batuk mu persis ibumu”. Dan sakit sendirian ini benar benar nggak asyik. Kamu harus menyiapkan obat dan makanan serta mengatur ritme rumah agar tidak berubah. Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika harus mengompres diri sendiri atau membersihkan muntahan dalam keadaan pusing nggliyeng nggak karuan.

Atau ketika dokter menyuruhmu nginap di rumah sakit saat itu juga, dan kamu memaksa pulang lebih dulu untuk alasan preper baju padahal mikir dapat dari mana biaya perawatan di rumah sakit selama beberapa hari

Dan saya sudah pernah mengalami masa kritis itu

Hari ini saya sehat, hanya saja batuk ini belum juga sembuh. Saya masih ngantuk karena semalam tidak bisa tidur dan takut batuk saya mengganggu tetangga sebelah. Mungkin dia menutup telinganya dengan bantal sambil memaki maki betapa nggak asyiknya bertetangga dengan orang macam saya yang batuk sepajanjang malam. Padahal berharap sekali tetangga sebelah bangun dan membantu memijit tengkuk mengusap punggung dengan minyak angin.

Tapi sudahlah dinikmati saja.

Dan siapapun yang sakit hari ini semoga cepat sembuh. Sementara yang sehat, di syukuri saja dan jangan lupa nyambangi temanmu yang sakit.

Kamu disambangi Raa? Ndak usah. Percuma. Toh saat dirimu membaca catatan ini, ndak tau saya sudah ada di planet mana.

Selamat hari kamis

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *