Catatan

Aku menunggu tapi kamu berlalu

“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”

Semalam katamu kota kita akan turun hujan dan aku ingat kau bertanya kapan aku pulang.

Aku tau kamu tidak pernah mau mengatakan rindu. Itu pun hanya sekali dari sekian pertemuan pertemuan kita. “Aku kangen Raa.” Hanya tiga kalimat yang aku inginkan keluar dari bibirmu ketika kita berhari hari tidak bicara.

Bagiku mengatakan rindu adalah semacam mengerjakan soal soal matematika. Tidak suka tapi mau tidak mau harus aku selesaikan. Semacam perasaanku padamu. Harus segera diselesaikan detik ini juga. Agar tidak berkembang biak sehingga menjadi semacam virus.

Entahlah.

Yang engkau tidak sadari adalah november november ku adalah perjalanan. Tahun ini? perjalanan menemuimu. Mengumpulkan rindu dan mengumpulkan keberanian untuk mengatakan cinta lalu menyerahkan utuh padamu dengan sebuah perbincangan dan pelukan yang sangat panjang. “Jangan kamu pergi lagi. Aku sendiri”.

Tapi tidak lagi.

—–
“When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

………..

And when your fears subside. And shadows still remain. I know that you can love me.
When there’s no one left to blame. So never mind the darkness
We still can find a way. ‘Cause nothin’ lasts forever

Even cold November rain

(November Rain – Guns ‘n Roses).

Mas. Lupakan janji kita tentang setangkup es krim. Musim hujan sudah turun. Nanti kau sakit. Lanjutkan perjalanan mu. Biar aku disini saja. Tidak apa-apa. Pergi saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *