Uncategorized

SAYA IRA DAN SAYA ANAK PRAMUKA

Aku buat catatan ini di malam akhir tanggal 14 agustus 2011. Tentusaja aku tidak pernah lupa dengan tanggal 14 agustus. Yaa…salah  satu hari spesial dalam kehidupan saya. Hari Pramuka. Saya yakin buat anda yang baru mengenal saya akan terbelalak heran. Haaaahhh? Pramuka?…..ya….dengan bangga saya  mengatakan bahwa saya adalah anak pramuka. Catat….anak pramuka. Bukan mantan anak pramuka………
Saya sudah tidak ingat kapan terakhir saya ikut upacara pramuka? 5 tahun lalu kah? atau mungkin 10 tahun yang lalu? ahhh tidak…..aku pikir baru tahun kemarin aku masih menggunakan seragam pramuka.  Ternyata sudah cukup lama sekali…..Saya masih ingat, mengenal perkemahan pertama saya umur 5 tahun.Benar-benar kemah di tenda Perjusami. perkemahan jumat sabtu minggu.di lapangan di wilayah kecamatan Wongsorejo bersama ibuku.

Hingga akhinya aku kecanduan dengan morse, semaphore, tali temali, penjelajahan, api unggun dan seragam coklat pramuka yangselalu aku miliki lebih dari dua pasang. Mulai yang celana PDL sampai rok panjang menggunakan sepatu berhak.SD mulai mengenal. SMP mulai jatuh cinta. Bisa bayangkan saat akumasih duduk di kelas 2 SMP aku sudah ikut melatih di SMP lain?  sebuah prestasi buat saya. Untungnya baju pramuka panjangku tidakmembuat saya terlihat seperti anak SMP.  Kalo seandainya “adik-adik” ku saat itu tahu bahwa aku seusia mereka. Entahlah…….SMP aku mengenal Saka Bahari. Walaupun saya tidak pernah bisaberenang sampai detik ini. Saya masih ingat dengan Kak Taufik,Kak Waras, Hendri senior saya di Saka Bahari. (saya tertawa sendiri menulis catatan ini sambil mengingat kekonyolan saya. Mulai jatuh cinta pertama dengan kakak pembina sampai jerit malam yan bener-bener konyol)

(kalo tidak salah tahun 2002 Raimuna Nasional. Lutchu…tengkyu Dwi atas photonya)
Petualangan kemah tiap malam minggu terus betambah sejak duduk dibangku SMA. Semakin gila. Jangan pernah cari saya di rumah pada saat akhir pekan terutama sabtu minggu. Saya pasti ada diperkemahan di tiap-tiap sekolah. Kalau tidak saya akan mengangkat ransel saya seorang diri untuk mencari tempat di wlayah Banyuwangi, mulai dari gunung sampai pinggir pantai hanya sekedaruntuk pindah tidur dalam tenda kecil saya.Tidak perlu waktu panjang saya beralih ke SakaWana Bhakti. Satuan Karya Pramuka yang lebih konsen ke Kehutanan. Apalagi saat SMA saya menjadi pangkalan Saka Wana Bhakti Banyuwangi Utara. Saya masih ingat kelas 2 saya pernah di panggil oleh guru BP karena selalu mengikuti ujian susulan Matematika selama 4 kali berturut-turut hanya karena ujiannya diadakan hari sabtu, dan hari sabtu saya selalu mendapatkan disepensasi untuk mengikuti acara perkemahan di luar oleh sekolahan saya. Hahahahahahaha………saya masih ingat wajah cemberut guru matematika saya saat berdebat mengenai kegiatan pramuka saya yang dianggap berlebihan.
Dewan Kerja Cabang Banyuwangi, hingga ke Dewan Kerja Daerah Jawa Timur. Mulai mendampingin LT, Raimuna Nasional hingga Jambore nasional. Menemukan sahabat-sahabat terbaik saya di pramuka yang sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri. Rekan-rekan DKC Banyuwangi. Mas Parto, Anam, Shinta, ponidi, Panca? semoga mereka masih mengingat saya.
Di Saka Wana Bhakti. Rahardjo salah satu sahabat terbaikku yang tetep konsisten melanjutkan kuliahnya di jurusan Kehutanan diSamarinda. (seharusnya aku kuliah di kehutanan sayangnya ibu protes takut anak gadisnya nggak plang dari hutan), Adi gundul, Aji, Mbak Uul….banyak sekali yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.Menjadikan rumah saya sebagai markas besar. Baik untuk kegiatan  pramuka untuk Gudep SMA 1. DKC Banyuwangi sampai untuk Saka Wana Bhakti. Ahhh…besyukur saya punya ibu yang sangat sempurna yang tidak pernah melarang saya yang lebih mementingkan pramuka dari pada pelajaran saya. Ibu yang tidak pernah protes saat rumah saya di penuhi oleh segerombolan “makhluk aneh berseragam coklat” yang tidak mandi selama beberapa hari karena baru turun dari hutan.
Saya rindu saat-saat itu. Bahkan saat satu truk besar berhenti di depan rumah saya untuk mengangkut teman-teman menuju Baluran. Dan sekarang saya masih bangga saat saya mengatakan bahwa saya adalah anak pramuka. Di Pramuka saya banyak di tempa. Bukan hanya secara fisik. tapi juga secara mental dan spiritual. Pernahkah kamu merasakan tamparan? cacian…makian…bentakan…. ahhh saya sudah terbiasa. Mulai tamparan ringan, menggunakan baret sampai menggunakan tangan telanjang. Turun tebing sampai direndam dalam gennagan air sungai ? saya juga sangat
terbiasa? push up, skotjam, merangkak? membuat gapura ? sampai hal konyol dan tidak masuk akal untuk membedakan mana katak perempuan dan katak laki-laki ? makanan sehari-hari saya tapi itu dulu.
(saya sendiri lupa yang mana saya)
Saya berani mengatakan jika saya yang ada sekarang adalah didikan dari ibu saya, alam dan juga pramuka. Yaa….pramuka. Organisasi yang mungkin saat ini sudah sangat disepelekan dan dianggap sebelah mata mempunyai kapasitas besar dalam pembentukan karakter saya. Seandainya nanti saya di beri kesempatan mempunyai anak, saya
tidak akan pernah malu untuk menyuruhnya menjadi anggota pramuka seperti saya.
Dan pagi tadi, 14 Agustus 2011 saya masih di kota Batam. Dan duduk manis di lapangan Engku Puteri untuk mengikuti Upacara Pramuka yang ke 50 tahun. Hati saya berdesir melihat sekumpulan anak berbaju coklat. Lambang Tunas kelapa. Dasa Dharma. Tri Satya, Hymne Pramuka…..Ahh….saya merasa melihat diri saya sendiri bertahun-tahun yang lalu. Saya tahu….sekarang saya berbeda. Bukan lagi remaja yang membawa ransel dan perpindah dari satu tenda ke tenda lain. Saya sekarang menjadi perempuan dewasa dengan beban tanggung jawab dan berbagai permasalahan konflik yang menguras tenaga dan pikiran saya. Yang sama hanyalah bagiamana saya bertahan. Saya anggap bahwa berbagai masalah yang harus saya hadapi saat ini adalah sebuah ujian tinggat saya hingga menjadi seorang pembina di pramuka.
Tapi saya tetap bangga dan ingin mengatakan kepada semua orang bahwa saya Ira adalah anak Pramuka. Hingga lelaki yang sekarang  ada di samping saya mengatakan. “Raa..selamat hari pramuka ya…” Ahhh..aku tidak pernah lupa bahwa aku juga menemukanmu di tenda pramukaku.
Hyme Pramuka
Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan
Dharmaku kubhaktikan
Agar Jaya Indonesia
Indonesia Tahah Airku
Kami jadi pandumu
Ya…..saya Ira….dan saya adalah anak pramuka
Catatan ini aku persembahkan kepada Ibuku, Kawan-kawan pramuka ku dan masa laluku
……kami jadi pandumu……….
Batam, 14 Agustus 2011
Tagged

2 thoughts on “SAYA IRA DAN SAYA ANAK PRAMUKA

  1. mbak… ingatkah saat jamda di Pacet Mojokerto? bagaimana qta heboh dengan binatang penghisap darah itu, pie ndablek-nya anak buah mbak ira (termasuk saya) dan mas Irwan… mbak masih ingat gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *