Uncategorized

AKU BERHENTI DISINI SAJA

Weed….aku berhenti di sini saja. Karena aku sudah lelah dengan perjalanan saya mengikuti kamu. Ya….aku  salah…aku yang memulai perjalanan ini. Tapi dengan berbesar hati aku katakan aku berhenti disini saja. Lanjutkan perjalanan mu seorang diri. Toh sebelumnya kamu juga berjalan sendiri kan tanpa aku? dan kamu juga bisa mewujdkan mimpi kamu?
Kamu tidak tahu. Langkahku terseok-seok mengikuti langkahmu yang cukup panjang. Dulu kau menuntunku, menggenggam jemariku tapi kini? Kau selalu berkata, “tidak ada yang berubah Raa. perasaanku masih sama”
Weed…..sumpah! aku sudah lelah. Menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu kabar dari kamu. Atau melihat ujung jalan itu sambil menimang-nimang agar tidak ada kegaduhan di perutku yang mulai berontak. Seandainya aku bisa membuka hatimu dan masuk ke dalamnya. Membaca catatan-catatan hati mu mungkin aku akan berhenti sejak dulu. Atau memutuskan untuk tidak mengikuti perjalananmu. Tapi…seperti apa yang pernah ku katakan padamu.  Bahwa aku tidak pernah menyesal dengan jalan hidup yang telah aku jalani. Bahkan hal terburuk apapun.

Weed…aku sudah kehilangan semuanya. Ayahku, ibuku, fetus-fetusku….dan aku akan belajar kehilangan kamu saat aku memutuskan berhenti disini. Walaupun aku tau, butuh waktu untuk mengembalikan semuanya kembali sempurna. dan aku yakin aku tidak akan bisa. Tapi apa kah salah jika aku mencobanya……..karena aku yakin aku bisa untuk berhenti disini saja. Walalu bukan sesuatu yang mudah untukku
Weed…aku benci dengan kebohongan. aku benci dengan janji. aku benci dengan sumpah….dan aku tidak akan pernah menagih janjimu yang kau ucapkan padaku. hanya karena akan membebanimu (dan aku tau kau banyak berbohong padaku wakaupun aku tidak akan pernah merincinya satu-persatu). malam-malam itu…senja-senja itu…….atau dini hari saat kita saling berpagut rindu. kau selalu berpikir bahwa aku tidak mengerti kamu, tapi saat aku kembalikan apakah kau mengerti aku dengan ilalang kecil yang mulai tumbuh di hatiku? tidak….tidak…..tidak……jangan pernah ajarkan aku untuk membencimu. karena semakin kuat aku belajar untuk membencimu ilalang kecil beronntak dan memilih mengajarkanku untuk mendoakanmu. iya weed….betul…..dia yang menyuruhku diam, meredam amarahku dan menyuruh mendoakan mu. Tuhan….aku tidak habis pikir. dia….ya…dia yang mengajarkan aku untuk mengenal Tuhanku. ahhhh…malaikatku…….
Weed….mungkin ini catatan kecil terakhirku. aku tidak tau apakah kau membacanya atau kau mengabaikannya seperti catatan-catatan ku yang lain. atau kau akan memeluk dan menghamburkan ribuan doamu padaku. entahlah…….seperti senja itu. – ahhh memikirkan senja hanya buat aku sakit hati – 
Dan besok…kamu tidak akan menemukan perempuan yang mengomel setiap waktu. Banyak mengajukan tuntutan padamu. berkeluh kesah tentang ini tentang itu. Seperti halnya ulat…dia akan berubah menjadi kepompong dan suatu saat aku yakin aku akan terbang menjadi seorang kupu-kupu. Kupu-kupu yang tinggi yang akan menjaga ilalang kecilku.
Weed…….saya behenti disini. Dan esok jika seandainya kita bertemu saya akan menjabat tanganmu. Menjabat tangan sebagai seorang sahabat. aku akan tersenyum paling manis yang saya miliki. agar kamu tidak merasa bersalah menghilangkan senyumku yang hilang dalam beberapa minggu ini. agar kamu tidak merasa terbebani dengan janjimu yang tidak pernah kamu tepati kepadaku dan ilalang kecilku. agar kita bisa kembali tersenyum bersama….hhmmm….tapi yang terpenting adalah kamu bisa bahagia dengan hidupmu saat ini. karena kau tau…aku akan membenci diriku sendiri jika aku menjadi beban bagi dirimu….kita profesional ya sayang….
Weed….sudah terlalu panjang aku buat catatan ini. dan aku benar-benar berhenti disini saja. Walaupun pemberhentian yang kita impikan masih belum kita ketemukan. Lanjutkan perjalananmu ya sayang….percaya…doaku doa kami tidak akan pernah putus padamu. Dan aku tidak akan menuntut mu untuk mendoakan kami. Karena Tuhan akan selalu mendengar doa-doa kami. 
Kamu mau membenciku. Meludahiku atau membunuh ku sekalipun. Aku akan terima. tapi temui aku tiap hari sayang….walaupun aku hanya akan menatap matamu. agar ilalang kecilku tau…bahwa kamu juga mencintainya dan aku tidak akan mengajarkannya untuk membencimu dan memisahkan dia dari hatimu.
“ilalang kecilku….sekarang kita belajar melangkah. bukankah minggu-minggu ini Tuhan mengajarkan kita untuk bertahan dan berdiri di atas kaki kita sendiri ssssstt……jangan merajuk! dia juga mencintai kamu”
Weed…aku harus pulang. ya…pulang ke sebuah rumah yang ku sebut rumah. walau tidak ada siapa-siapa tapi aku belajar untuk bahagia dan mensyukuri apa yang ada. walau tanpa kamu di sebelahku.
kau tau weed….aku mencintaimu dan mencintai ilalang kecilku karena aku juga mencintai Tuhanku. Bukankah itu yang kau ajarkan padaku. mencintai karena Tuhan. Aku berhenti di sini saja sayang…i Love u my weeds
Batam, 26 Juli 2011
07.55 pm
Raa
(ternyata khayal dan nyata saya tidak bisa di bedakan)
Catatan-catatan kecilku! Kelak kamu akan membacanya!
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *