Uncategorized

22 NOVEMBER 2002

Malaikat kecil membawa nampan
Terbang di antara sulur anggur yang menutup bagian tubuh yang terlarang
Menggantung di lidah lonceng bulan
Sedang kabut tipis mulai bercadar

Wahai…kau pinang aku menjadi kekasihmu
Malaikat tersenyum terbang rendah antara kita
Mungkin lukamu masih berdarah-darah
Memetik dan memandang rupa bulan yang mulai bergadang

Kelak kan ku sandarkan kepalamu di dadaku
Agar kau rasakan rindu dan welas ini

Malaikat kecil bersayap terbang semakin rendah
Mengipasi kita dengan cinta
Kan ku tulis tentang kau lewat seribu pena
Dalam kata…dalam notas….dalam rupa
Agar kau mampu tersenyum saat malaikat itu menggandengku tuk’ menemuimu

(Catatan yang kutulis sekitar 7 tahun lalu!!!! Manusia merencakan namun Tuhan yang menentukan. Karena cinta datang pada saat dan orang yang tepat. Ah…jadi ingan masa lalu. Sayang tak bisa kembali)

Tagged

10 thoughts on “22 NOVEMBER 2002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *