Uncategorized

2015 LEBIH BANYAK BUKA PINTU DAN JENDELA RUMAH

Resolusi 2015 :

“Saya akan sering membuka pintu dan jendela”

Teman saya langsung tertawa terbahak-bahak ketika saya mengatakan resolusi saya di tahun 2015. “Resolusi mu aneh Raa”

Saya membela dengan mengatakan sejak lama saya di cap aneh.

“Bayangkan lah. Beberapa hari saya di rumah, tamu mengalir seperti air.
Keluar masuk. Diskusi sampai malam. Saya heran kenapa mereka tahu saya
ada dirumah. Kamu tahu jawabannya apa? karena mereka liat jendela dan
pintu rumah terbuka,”
kata saya sambil minum gelas air mineral.

Dengan sering membuka pintu rumah dan jendela tandanya saya anteng di
rumah. Tandanya saya akan bergerak mulai nyapu, nyiram, bercocok tanam
dengan mengganti tanah di dalam pot. Tandanya buku buku saya tertata
dengan baik. Tandanya tidak ada tumpukan baju kotor. Tandanya tidak ada
debu dan sampah daun di teras belakang dan depan rumah.

Membuka
pintu rumah dan jendela tandanya saya membaca buku Jomblo Tapi Hapal
Pancasila karangannya Gus Mul sambil ngakak sendiri di sambi minum kopi.

Ketika biasanya masuk rumah lalu tidur dan berangkat lagi. Saya
menikmati menjadi “manusia normal”. Ketika tetangga saya sendiri tidak
pernah tahu apakah saya ada di rumah atau tidak.

Membuka jendela
dan pintu adalah tanda saya mulai mau membuka diri. Menerima bukan
melawan apapun itu dengan segala konsekwensi.

Maka selalu ada
harapan di setiap pagi. Selalu ada janji janji baru setiap pagi yang
selalu kita langgar. Tapi tidak masalah dari pada tidak ber-resolusi
sama sekali.

Tahun baru hanya angka. Dan saya sudah mulai bisa
menerima hal itu tanpa pakai ngambek karena tidak ada pesta, tidak ada
liburan ke Hawai atau Singapura, tanpa sesuatu yan spesial. Ketika
menerima tidak ada yang mengucapkan selamat tahun baru tepat jam 12
malam. Menerima tanpa menggunakan “tapi” itu ternyata menyenangkan.

Saya pun masih memegang teguh sumpah janji setiap pagi.

1. Tersenyum.
2. Bersyukur
3. Hari ini harus bahagia dan berbuat baik.

Sedangkan embel embel lain semacam semakin banyak menulis, semakin
banyak membaca, buat buku, semakin banyak tempat yang di dolani,
menghidupkan kembali blog dunia ira, olahraga, memperbanyak makan sayur
dan buah mungkin sebagian harapan yang di selipkan untuk hari-hari yang
akan saya lalui.

Tapi yang benar-benar ingin saya buat adalah
merubah kamar depan menjadi ruangan yang saya impikan sejak saya masih
pakai memakai seragam merah putih. Sebuah kamar dengan banyak buku.
Dengan sebuah meja biar saya kayak orang “kerja” dengan sound yang keren
biar nyaman saat nonton film atau dengerin lagu. Dengan akses internet
unlimited.

Kamar dengan karpet empuk dengan bantal bantal gede
biar saya bisa guling guling sambi baca buku. Agar teman-teman saya
tambah kerasan dan rumah menjadi ramai. Agar saya tidak merasa sendiri.
Nah itu alasan sederhana saya untuk ber-resolusi dengan lebih sering membuka jendela dan pintu rumah Sukowidi.

Baiklah. Ini 1 Januari 2015.

Maka bagi jamaah saya. Maka anda akan memulai
membaca satu tulisan panjang setiap hari di wall medsos saya yang akan di konek
kan dengan blog saya.

Selamat datang di Dunia Iraa. Selalu ada harapan disana. Percayalah.

“Jika kalian lelah seperti saya, mari sebentar saja berjalan-jalan dalam cerita…”

‪#‎DuniaIraa‬, 1 Januari 2015

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *